** Waktu itu. Tahun tahun membosankannya tidak pernah berlalu, bahkan saat Naetra dan Kaisar berdiri dilangit yang sama menghancurkan ikatan itu tidak pernah terlintas dikepalanya. Naetra masih menggenggamnya dengan kuat meskipun akan melukainya lebih banyak, masih bersembunyi meskipun ketenangan mulai merengkuhnya semakin membisu. Masih sama sebelum alasan itu datang. Membangun ambisi tak berujung yang tidak hanya membunuh tahun tahun pelariannnya, tidak hanya merenggut ketenangan dalam rengkuhannya, tidak hanya menghancurkan ikatan dalam genggamannya.. ..tapi hidupnya. Tersadar jika alasan itu hanya datang untuk membawa semuanya pergi. Meninggalkan Naetra. "Lakukan apapun yang kau mau tapi Ayah mohon beri tahu dimana Kaisar sekarang!" Naetra menghala nafasnya dengan berat,

