Liandra menggantung mantelnya dibalik pintu, menatap Athar yang memeluk box ice cream dipangkuannya sama sekali tidak terganggu dengan kepulangan Liandra. "Kau sudah makan?" Remaja itu menoleh kearah Liandra, mengusap perutnya dengan senyuman lebar. "Aku menghabiskan satu panci mie instan dan udang." "Kau gila!?" "Aku pikir kau tidak akan pulang." Liandra melempar majalah didekatnya kearah Athar yang segera menghindar. "Perutmu akan sakit, Athar!" "Ayolah, kau tidak ingin adik tampan kesayanganmu ini mati kelaparan bukan?" Athar menggerakkan alisnya menggoda, Liandra berdecak kesal lalu menghempaskan tubuhnya disisi Athar. "Lain kali jangan makan mie sebanyak itu." "Iya Liandra sayang." Liandra mendelik hingga Athar terkekeh senang, membuka mulutnya saat remaja ituvmenyodor

