Part 22

838 Words

** Naetra menghentikan mobilnya dan bergegas turun, kaki panjangnya melangkah lebar saat melihat siluet gadis yang sangat dikenalinya memasuki gedung. Naetra mempercepat langkahnya, menahan lift yang nyaris kembali tertutup dengan lengannya. Gadis yang berada dalam kotak besi itu mengangkat wajahnya, mata segelap malam yang menyimpan ribuan misteri itu menatap Naetra beberapa saat sebelum mengerjap menatapnya senduh lalu membuang tatapannya perlahan. Naetra mengeraskan rahangnya, memasuki lift dengan tenang dan berdiri disisi gadis yang sialan ia rindukan. Menyumpah dalam diam, berharap ia tidak hilang kendali dan membawa tubuh mungil itu dalam pelukannya. Memenuhi rongga dadanya dengan aroma memabukkannya dan menciumnya dengan liar. Naetra ingin melakukannya. Namun seolah ada d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD