Part 39

816 Words

** Liandra mengerjapkan mata sembabnya, merasakan dentaman kuat yang menghantam kapalanya dengan menyakitkan. Menyadari jika ini bukan mimpi. Satu satunya manusia yang mengalirkan darah yang sama dengannya sudah tidak ada lagi disini, saudaranya.. Atharnya. Liandra terisak keras, membekap mulutnya dengan kuat. Memeluk tubuhnya yang menggigil dengan hebat, menyadari saat ini hanya tersisa dirinya. Hanya dirinya. Tubuh Liandra meluruh kelantai saat ia berusaha bangkit dari tempat tidur, kembali menangis seraya memukul dadanya yang terasa menyesakkan. Liandra lagi lagi ditinggalkan. Atharnya. Liandra nyaris tersedak tangisannya, meraung tak terkendali dengan rongga d**a yang menyesakkan. Oh, ya tuhan. Liandra semakin terisak, jemarinya yang gemetar mencengkram pinggiran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD