Part 19

940 Words

** Langit malam semakin bergemuruh, membiarkan angin dingin membelai wajahnya sama sekali tidak peduli dengan darah yang mulai mengering di antara buku buku jarinya. Menyesap cairan keemasan dibotolnya dengan rakus lalu kembali membantingnya ke lantai saat memikirkan ia tidak mampu mencegah Liandra untuk tidak menghabiskan malamnya bersama Kakaknya, Kakaknya Kaisar dan segala kegilaannya. Katakan. Katakan bagaimna Naetra bisa tetap tenang membayangkan- Oh b******k. Naetra menggeram kasar, menelan ludah susah payah dengan mata terpejam saat rongga dadanya seolah diremas tangan tak kasat mata. Sensasi mengerikan yang mengisi hari harinya dimasala lalu kembali menjajahnya tanpa perasaan. Naetra tidak pernah menduga jika Kakaknya akan berbuat sejauh ini untuk membuatnya pulang, me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD