Part 17

1031 Words

** Naetra menyandarkan tubuhnya pada sofa di ruang santai Liandra, menatap Athar yang hanya duduk berselonjoran dengan perut kekenyangan seraya bermain game. Remaja tampan itu bahkan sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Naetra atau setidaknya merasa bersalah mengganggu waktunya dengan Liandra. "Apa Liandra suka menangis?" Remaja itu menggerakkan sepasang mata gelapnya kearah Naetra, menarik bantal dipunggungnya beralih kepelukannya. "Yah, begitulah. Selain gila dia memang sangat cengeng, dia pernah mengomel sepanjang hari mencari selai kacang lalu menangis karna tidak bisa membukanya." Netra tidak mampu menahan dirinya untuk tidak tersenyum. "Benarkah?" "Hu uh, sejujurnya aku terkejut kalian berkencan. Liandra itu ceroboh, dia tidak menyelesaikan apapun dengan baik."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD