Part 32

1203 Words

** Angin berhembus pelan, menari bersama tirai tirai jendela yang terbuka dan membali kulitnya yang nyaris mati rasa. Memejamkan mata menikmati kerinduan yang menyesakkan d**a hingga membuatnya menahan nafas beberapa saat. Berharap semua ini hanya mimpi. Naetra akan terbangun lalu menemukan gadisnya tersenyum lalu memberinya pelukan menenangkan. Bahagia sesederhana itu. Kalau saja semua ini memang hanya mimpi buruk yang selalu mengisi malam malam dinginnya. Sepasang mata kelabunya terbuka saat mendengar suara bedebum pelan, metap gadis berambut merah yang memasuki kamarnya dengan botol Wine dipelukannya dan gelas gelas yang diletakkan hati hati diatas meja. "Apa yang kau lakukan?" Sepasang mata hazel itu menatapnya, mengedip lalu tersenyum menggoda seraya mengisi gelas Wine nya. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD