** "Kau bahkan mencari tahu masa lalu Liandra, sudah menemukan apa yang kau cari?" Kaisar menatap Naetra seraya menggerakkan gelas kristallnya dengan pelan, menghirup aroma menyengatnya perlahan. "Bukan urusanmu." Suara dingin itu membuatnya tersenyum penuh arti. "Tidak ingin bertanya padaku?" Naetra mengeraskan rahangnya, kepalan diatas lututnya emakin menguat. "Lalu, membiarkanmu kembali bermain dengan hidupku?" Kaisar kembali tersenyum lembut, menatap Naetra dengan tatapan meluluh lantakkan. "Aku tidak pernah bermain dengan hidup orang orang yang aku cintai, Naetra." "Tapi kau-" "Tidak pada Liandra atau siapapun, kalian terlalu berharga untukku. " Sela Kaisar dengan tatapan senduhnya, Naetra membuang tatapannya yang mengeras lalu kembali bersuara. "Omong kosong, berhent

