" hey anak muda, loe bakalan mati di sini... karena loe sendirian. sedangkan gue, masih punya teman banyak... hahaha..." tawa sang pereman terdengar nyaring, ia mencoba menakut nakuti Bian. " urusan hidup dan mati seseorang itu hanya tuhan yang tau..." Ucap Bian dengan tenang. " Banyak bacot loe..." sang pereman pun merasa geram mendengar lawan nya seakan begitu tenang tak menanggapi ancaman yang ia layangkan tadi. sang pereman itu kembali melangkah maju berduel dengan Bian. sementara, Bian yang dari tadi dengan santai nya menjawab apa yang di utarakan sang pereman pun sudah siap siaga. Mereka saling tendang tangkis menangkis, pukul memukul. hingga sang pereman tersungkur jatuh dan kepala nya mengenai kursi yang sudah lapuk termakan usia. ' Brak... ' suara kursi yang sudah lapuk

