Monalisa

1186 Words
pov mbok parmi mbok parmi adalah seorang janda, ia di tinggal suaminya saat anak gadis nya masih duduk di bangku sekolah dasar. saat itu gadis yang biasa di sapa Mona ikut sang mama merantau di jakarta. Mona yang saat itu hanya tamatan sekolah dasar melanjutkan sekolah nya dengan membantu mama nya bekerja sebagi ART. Mona gadis yang baik, saat itu Mona belum mengenal Arka. karena Arka kuliah di luar negeri. saat Arka pulang ke jakarta, Mona jatuh hati pada Arka saat pandang pertama. Arka yang melihat Mona pada saat membantu mama nya. merasa bangga dengan nya. karena ia tidak gengsi dengan apa yang di kerjakan nya. karena sering nya berjumpa, Arka pun memiliki perasaan yang sama seperti Mona. mereka menjalin kasih tanpa sepengetahuan orang tua Arka. " Mona... kenapa kamu senyum senyum gitu...?" tanya mbok parmi pada anak nya, sambil membereskan meja makan. " mak... sini deh bentar, Mona mau ngomong penting..." ucap Mona yang selalu tersenyum seakan bunga yang baru saja mekar. mbok parmi memghampiri anaknya menuju taman belakang. entah apa yang akan di bicarakan anak nya. kenapa mesti ngumpet ngumpet kalau mau ngomong... " ada apa sih nak...? sepertinya kamu sedang bahagia...?" " hihi...mak, kalau misal nya aku suka sama orang boleh ngga sih...??" tanya Mona masih dengan senyum bahagia nya. Mona terlihat malu malu dan ragu saat mengutarakan isi pikiran nya. " kamu sedang jatuh cinta yah...? duh... perawan emak udah gede ternyata..." mbok parmi memeluk haru sang anak gadis nya. " iya mak, tapi... apakah mungkin yah mak? Mona dengan pacar Mona bisa berjodoh mak...?" " kok kamu jadi ngga semangat sih nak...?tadi aja senyum senyum, sekarang malah terlihat sedih. coba deh cerita sama emak, apa yang kamu khawatirkan..." " sebenarnya, Mona pacaran sama den Arka mak..." deg... " ya alloh Mona, kenapa mesti sama den Arka sih...? kita ini hanya pembantu nak, tidak sebanding dengan den Arka yang orang tuanya adalah majikan emak nak..." pekik mbok parmi saat mendengar kalau Mona menjalin hubungan dengan sang anak majikan. tentu mbok parmi kaget, tanpa di sadari... ada telinga yang mendengar obrolan mereka di taman belakang. " emang cinta itu salah ya mak, kan Mona ngga tau kalau Mona bakalan cinta sama den Arka. lagian... den Arka juga suka sama aku kok mak. buktinya, kita sedang pacaran..." " hssttt...jangan kenceng kenceng ngomong nya. ntar ada yang denger gimana...?" mbok parmi terlihat celingukan memantau situasi. " emang kenapa mak, tenang... tadi kata den Arka ayah bunda nya lagi keluar..." " kamu dari mana emang sama den Arka...?" " aku abis makan di resto deket sini mak, den Arka baik banget sama aku mak..." Mona bercerita kepada emak nya sambil membayangkan kejadian romantis nya dengan Arka. " ya alloh... kalau ketahuan tuan bisa gawat Mona...?" " iya mak... kami merahasiakan hubungan kami kok. jadi masih aman kok..." ucap Mona dengan penuh percaya diri. padahal... dari balik tembok ada sepasang telinga yang sejak tadi mendengarkan obrolan mereka. " jangan harap kalau aku bakalan merestui kalian... Arya akan kembali ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah nya. aku mesti bertindak dengan cepat, sebelum Arka menjadi bucin sama tuh anak..." gumam pak johan dari balik tembok dengan mengepalkan tangan nya. ******* semua orang sudah berkumpul di suatu ruangan. termasuk mbok parmi dan Monica. mereka sejak tadi merasa cemas, karena tidak biasanya tuan besar nya mengundang seluruh anggota yang ada dalam rumah nya. termasuk pak bowo satpam yang jaga pintu depan rumah. " ekhemmm... berhubung semua sudah berkumpul. saya ingin kamu Arya menjelaskan, apa benar kalau kamu menjalin hubungan dengan Monalisa...?" deg... semua mata tertuju pada Mona dan Arka yang sejak tadi tertunduk takut. " maafkan anak saya tuan... saya yang salah, tolong maafkan saya tuan...?" mbok parmi berlutut memohon di hadapan pak johan tuan nya. " mbok... jangan seperti ini mbok, bangunlah... kita bisa bicara baik baik." ucap bunda hanum bijak " tidak nyonya... mbok akan berlutut sebelum tuan memaafkan anak saya..." " baiklah... saya akan memaafkan Mona. tapi... Mona harus memutuskan hubungan nya dengan Arka..." ucap tegas pak johan sambil memandang lurus. " tapi yah... kami saling cinta, kenapa malah di suruh putus yah...?" kini Arka bersuara membela Mona sang kekasih. " ARKA... kamu ini anak Ayah, kamu harus nurut... lagian kamu kan mau kembali kuliah di luar negeri..." bentak ayah kepada anak laki laki yang masih belum matang dalam pemikiran nya. " baiklah tuan, saya bersedia... mulai saat ini saya akan memutuskan hubungan dengan den Arka. tapi tolong, jangan pecat emak saya tuan...? papa Mona sudah tiada, emak hanya punya saya tuan..." ucap Mona sambil memeluk emak nya dengan terisak. melihat sang kekasih yang menangis sambil memeluk sang emak nya. membuat Arka sedih, dan ingin menolong nya. tapi... saat ini Arka tak berdaya. makan saja masih minta sama orang tua. bagaimana harus menghidupi anak orang...? " baiklah... saya tidak akan memecat mbok parmi. asal kamu pegang kata kata kamu..." " iya tuan... saya janji... hiks..." ucap Mona masih dengan sesenggukan. Arka ikut menitikkan air matanya, ia sangat terpukul dan membenci dirinya sendiri. karena ia merasa tak mampu melindungi orang yang ia cintai. Arka bergegas meninggalkan tempat di mana masih berlangsung nya diskusi yang ayah nya sampaikan. Arka sudah tidak kuat melihat kekasihnya menangis. sedangkan dia sendiri tak mampu menolong nya. mereka yang masih di ruangan tersebut pun hanya memandang heran. tapi... tidak dengan bunda hanum, ia merasa kasihan dengan hubungan Arka dan Mona. bukan salah mereka kalau harus jatuh cinta. hanya karena perbedaan kedudukannya. " yah... apa ngga baik nya kalau..." " keputusan ayah sudah bulat bun... jadi, ngga ada alasan apapun untuk hubungan Arka dan Mona..." johan memotong perkataan hanum dengan mengangkat satu tangan nya. tanda ia tidak mau di bantah. " udah nyonya... Mona pasti bisa kok memegang janji nya. mungkin memang mereka tidak berjodoh nyonya..." " bagus... kalau kalian sadar diri. ya sudah kalian boleh kembali ke belakang" ucap Johan dengan nada sombong nya. mbok parmi dan Mona bangkit dari berlutut nya. mereka pamit dengan membungkukkan sedikit bahunya sebelum kembali ke belakang. di kamar mbok parmi, Mona tak henti henti nya menangis sambil memeluk emak nya. " kenapa jadi gini sih mak...hiks... hiks... padahal... Mona baru pertama kali meraskan yang namanya jatuh cinta. tapi... langsung meraskan juga yang namanya patah hati..." " kamu yang sabar yah nak, masih ada emak yang akan menyayangi Mona sampai kapan pun. udah jangan nangis lagi yah...? suatu saat nanti akan ada orang yang baik buat kamu nak..." ucap mbok parmi menenangkan sang anak. sambil mengelus punggung Mona yang masih sesenggukan dalam tangis nya. keesokan harinya, Arka sudah berkemas akan berangkat menuju luar negeri. Arka akan melanjutkan kuliah nya. ia sengaja tidak pamit dengan Mona, karena semalam sudah jelas. status mereka sudah bukan kekasih lagi. sang ayah pun melarang nya. " yah... bun, Arka berangkat dulu yah..." ucap Arka sambil memcium punggung tangan kedua orang tua nya. " lin... kakak berangkat dulu yah, tolong jaga ayah sama bunda..." " siap kak, kakak hati hati yah..." " kalau sudah sampai, jangan lupa kabarin ayah bunda yah..." sang bunda berucap sambil mengelus lengan Arka. bunda hanum yang selalu mengerti perasaan anak nya. Arka sering curhat pada bundanya dari pada sama ayah nya. ketika mobil hendak keluar kompleks, Mona melihat kalau Arka ada dalam mobil nya. Mona berlari mengejar mobil Arka. " den Arka... den... Arka... ARKA..." dengan berlari menuju jalan raya Mona memanggil nama Arka. tapi sayang, Arka yang di panggil sejak tadi tak mendengar panggilan itu. karena Arka sedang mendengarkan musik melalui heandseat nya. melihat mobil Arka semakin jauh, Mona hanya menangis sambil memegang d**a nya yang terasa sakit. pupus sudah harapan yang ia bangun. ingin hidup semati bersama Arka. tapi... ayah Arka tak memberi restu padanya. sesaat akan berbalik, seketika mobil hitam melaju dengan kencang dan menabrak tubuh Mona. tubuh Mona terpental hingga beberapa meter. kejadian nya begitu cepat, mobil yang menabrak Mona melaju melarikan diri sebelum ada warga yang memgetahui nya. seketika itu juga mbok parmi sadar dari lamunan masa lalunya. " maafin emak Mona... hiks... andai emak tau kamu mengejar mobil Arka. mungkin kejadian nya tidak akan seperti ini...hiks..." mbok parmi menangis mengenang kembali kejadian kelam masa lalunya beberapa tahun lalu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD