Jam pelajaran telah usai Nila dan Prilly begitupun dengan siswa lainnya membubarkan diri.
"Prill gue ikut pulang ke rumah lo ya udah lama nih gue gak main ke rumah lo" ucap Nila yang sebenarnya hanya alasan saja karena ia ingin ikut mengantarkan Ardi ke bandara.
"Boleh, tapi nanti sore gue mau nganter bokap gue ke bandara" ucap Prilly.
"Gue udah tau kali Prill" ucap batin Nila.
"Ya gapapa, lo bisa antar bokap lo ko dan nanti sekalian gue ikut pulang pas nganter bokap lo ke bandara" ucap Nila.
"Ok deh yuk pulang" ucap Prilly membawa Nila ke mobilnya.
Nila dan Prilly masuk ke rumah begitu mereka sampai.
Nila mencari-cari keberadaan Ardi, karena sebelumnya Ardi telah menghubunginya mengatakan sedang berada di rumah mempersiapkan keberangkatannya.
"Non mau saya siapkan makanan" tanya ART rumah Prilly.
"Ia mba siapin aja Prilly ganti baju dulu" ucap Prilly menjawab sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
Sementara Prilly berada di kamarnya Nila mengendap masuk ke ruang kerja Ardi dilihatnya pria itu berdiri membelakang sedang mempersiapkan beberapa berkas yang akan dibawanya.
"Sayang...." Nila memeluk Ardi dari belakang.
"Hei kamu disini" ucap Ardi, ia memutar tubuhnya dan balas memeluk Nila.
"Aku pasti bakalan kangen banget" ucap Nila ia menyandarkan pipinya didada bidang Ardi.
"Hanya dua minggu sayang" ucap Ardi sambil mengusap punggung Nila.
"Itu lama sayang" ucap Nila.
"Ayolah sayang kita sudah membicarakan ini tadi malam dan lagi pula kamu harus selalu siap jika aku tinggal untuk melakukan perjalanan bisnis yang lebih lama dari ini" ucap Ardi.
"Iya maaf aku terlalu manja, ya sudah mau aku buatkan teh" ucap Nila.
"Aku mau ini..." Ardi menunjuk bibir seksi Nila dan Nila pun mengalungkan tangannya di leher Ardi ia berjingkit dan mendaratkan bibirnya di bibir kekasihnya itu.
Ardi memeluk pinggang ramping Nila dan mengusap-usap pinggangnya. Keduanya saling melumat dan memagut Ardi melakukan aksinya kembali.
"Nila..... lo dimana sih" suara teriakan Prilly dari luar membuat keduanya kelabakan dan melepaskan ciumannya.
"Terima kasih untuk vitaminnya sayang i love you" ucap Ardi lalu mengecup kening Nila.
"I love you to" ucap Nila.
"Nila....." teriak Prilly.
"Apaan sih Prill teriak-teriak gue dari tadi bantuin bokap lo diruang kerjanya" ucap Nila berusaha bicara seperti tenang.
"Makan yuk lapar nih" ucap Prilly.
"Lo duluan aja gue mau buatin daddy lo teh dulu" ucap Nila.
"Lo perhatian banget sama daddy gue" ucap Prilly.
"Masa sih perasaan Biasa aja gue sama ayah gue juga kaya gini" ucap Nila menutupi groginya.
Nila berjalan menuju ruang kerja Ardi membawakan secangkir teh.
"Sayang aku buatin teh nih" ucap Nila, ia meletakkan tehnya diatas meja kerja Ardi.
"Terima kasih sayang..." ucap Ardi sambil meminum tehnya.
"Kamu udah makan" tanya Nila, ia berdiri di samping kursi kebesaran Ardi.
"Sebentar lagi sayang" ucap Ardi.
"Makan sekarang yuk aku juga belum makan" ucap Nila.
"Ayolah" ucap Ardi berdiri dan mengecup bibir Nila sekilas.
Keduanya lalu berjalan menuju meja makan.
"Prill...." Ardi menyapa putrinya yang sedang makan.
"Daddy mau makan" tanya Prilly yang melihay daddynya duduk.
"Iya... ingat ya Prill selama daddy pergi kamu jangan bandel di rumah" ucap Ardi menasehati putrinya itu, sementara yang dinasehati hanya diam ia fokus menatap Nila yang melayani daddynya mengambilkan nasi beserta lauk pauk dan menuangkan air minum pekerjaan yang menurut Prilly hanya untuk seorang istri.
"Nih om..." ucap Nila memberikan piring nasi Ardi, ia memanggil om karena saat ini ada Prilly diantara mereka.
"Nil.... lo kenapa sih bisa seperhatian ini sama daddy gue" ucap Prilly yang mulai curiga.
"Emm... gue... gue..." Nila bingung harus menjawab apa.
"Wajarlah Prill Nila kan juga sudah seperti anak daddy juga jadi dia memperhatikan daddy gak seperti kamu cuek" ucap Ardi menyahut sambil menyuap makanannya.
Ardi mengusap tangan Nila dibawah meja ia tahu Nila sedang gugup karena pertanyaan Prilly tersebut.
"Iya-iya maaf" ucap Prilly.
Prilly memicingkan matanya melihat di sekitar leher Nila yang terdapat banyak bercak merah akibat cumbuan daddynya.
"Nil... lo punya pacar ya ko lo gak pernah cerita" ucap Prilly.
"Gak ko" ucap Nila berbohong.
"Udah deh gak usah bohong gue tau lo lagi punya pacar tuh buktinya banyak kissmark di leher lo gak mungkinkan lo bikin kissmarknya sama bokap gue pasti sama pacar lo lah" ucap Prilly.
"Uhuuukkk....." Nila tersedak mendengar ucapan Prilly.
"Kamu ngomong apaan sih Prill gak mungkinlah daddy sama Nila seperti itu" omel Ardi sambil memberikan Nila air minum, ia menatap leher Nila yang kemerahan, ia baru menyadari ada banyak kissmark di leher Nila akibat perbuatannya.
"Yeyy daddy kalo emang gak bener gak usah marah juga kali" ucap Prilly.
Nila hanya diam sambil merapikan rambut panjangnya menutupi lehernya, ia melotot pada Ardi.
Saat ini Nila dan Prilly sedang berada di bandara mengantarkan Ardi. Ada juga beberapa assisten Ardi yang akan ikut melakukan perjalanan bisnis bersamanya.
"Jangan bandel di rumah" ucap Ardi mewanti-wanti anaknya.
"Iya daddy tenang aja" ucap Prilly lalu memeluk daddynya dan Ardi balas memeluk putrinya itu juga mencium puncak kepalanya.
"Nila... kamu gak ingin peluk om, om perginya lama lo dua minggu" ucap Ardi agar tak menimbulkan kecurigaan Prilly, ia merentangkan tangannya.
Nila berjalan ke arah Ardi dan memeluknya erat.
"Aku bakalan kangen banget" bisik Nila yang berada dalam pelukan Ardi.
"Mau aku bawakan apa" bisik Ardi.
"Gak usah, kamu pulang dengan selamat dan kembali bersamaku itu semua sudah cukup buat aku" bisik Nila sambil melepaskan pelukannya.
Mendengar hal yang diucapkan Nila membuat hati Ardi menghangat ia merasa sangat dicintai gadis abg itu, ia juga tak menyangka pemikiran gadis abg yang sekarang dipacarinya itu sangat dewasa.
"Ya sudah Prill daddy masuk ya" ucap Ardi pamit pada putrinya dan memberikan senyum terbaiknya pada Nila.
Prilly segera mengantarkan Nila pulang setelah pesawat yang membawa Ardi lepas landas.
Bersambung