Istri ABG 4

1034 Words
"Prill maaf ya gue nginap lagi gue selalu nyusahin lo" ucap Nila tak enak hati, saat ini dua sahabat itu sedang berada dalam mobil menuju perjalanan pulang. "Ya elah elo Nil gue udah cape denger lo ngomong gitu mulu tiap kali mau nginap" ucap Prilly. "Ya kali aja gue nyusahin elo" ucap Nila. "Denger ya Nil gue gak pernah ngerasa elo susahin malahan gue seneng elo nginap gue berasa punya saudara" ucap Prilly lalu mencium pipi Nila. "Terima kasih ya Prill" ucap Nila yang juga balas mencium pipi Prilly. "Eh selfi yuk" ucap Prilly lalu mengarahkan kamera iphonenya. Keduanya mengambil beberapa angle. "Kirim ke daddy ahh.." ucap Prilly. "Ngapain sih pake dikirim segala kaya apa aja" ucap Nila sambil memandang jalan. "Biarin biasanya gue juga gitu" ucap Prilly sambil memainkan iphonenya mengirim foto pada sang daddy. "Cantik gak kita daddy" tulis Prilly pada foto yang dikirimnya. Sementara Ardi yang tengah berkutat dengan beberapa filenya dikejutkan dengan suara iphonenya. Ia tersenyum saat melihat foto yang dikirimkan putrinya itu. "Dua-duanya cantik" balas Ardi sambil tersenyum. "Apa aku sudah gila menyukai gadis kecil ini" ucap batin Ardi. Prilly dan Nila baru saja memasuki rumah dan langsung ke kamar membersihkan diri. "Eh Nil katanya si Karina kan tadi kita bawa pasangan kalo mau pergi ke pesta daddynya nah lo sama siapa gue mau ngajak Ali anak tetangga sebelah" ucap Prilly dengan senyum manisnya. "Gak tau gue bingung liat nanti aja deh" ucap Nila sambil melepas sepatunya. --- Sore hari Nila dan Prilly tengah duduk di teras samping kolam renang sambil menikmati secangkir teh dan kue kering. "Gue lihat ke depan dulu ya Prill kayanya ada yang datang deh" ucap Nila sambil berdiri. "Hhmmm paling juga daddy" ucap Prilly yang asik dengan tabletnya melihat fotonya dengan Nila. Nila berjalan menuju keluar dilihatnya Ardi baru keluar dari mobil. "Hai om..." ucap Nila menyapa Ardi dan menyambut tas kerja pria itu, layaknya seorang istri yang menyambut kepulangan suaminya. "Hai mana Prilly" ucap Ardi basa basi yang sebenarnya menghilangkan groginya, perlakuan Nila seperti ini semakin menggetarkan hatinya dan ia semakin menyukai Nila, namun ia hanya dapat menahan perasaannya tersebut karena tak mungkin baginya mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada sahabat putrinya tersebut. "Prilly ada di teras samping om lagi santai" ucap Nila sambil mengekor Ardi yang berjalan ke kamarnya. "Nila taruh sini ya om tasnya" ucap Nila lagi. "Ya Nil" ucap Ardi sambil membuka jasnya. Nila meninggalkan kamar Ardi dan menuju dapur. Dengan cekatan ia membuatkan Ardi secangkir teh lalu membawa teh tersebut kembali ke kamar pria tersebut. "Om..." Nila membuka pintu kamar Ardi. "Ya Nil..." ucap Ardi yang kini duduk di sofa kamarnya dengan bertelanjang d**a. "I.. ini Nila buatkan teh hangat" ucap Nila, ia terperangah melihat tubuh Ardi yang dihiasi beberapa buah tato, di usianya yang menginjak tiga puluh delapan tahun namun Ardi masih bisa menjaga bentuk tubuhnya yang masih kekar. "Terima kasih ya cantik" ucap Ardi yang menerima teh tersebut. "Kalo gitu Nila keluar dulu" ucap Nila namun dengan cepat Ardi menahan lengannya. "Mau ke mana temenin om dulu ya" ucap Ardi ia menarik Nila duduk disampingnya. "I... iya om.." ucap Nila menunduk, entah kenapa ia merasa gugup saat ditatap daddy sahabatnya itu. "Gimana tadi di sekolah" ucap Ardi sambil menikmati tehnya. "Baik om seperti biasa" ucap Nila yang semakin menunduk. "Yang tadi pacar kamu" tanya Ardi hati-hati. "Pacar? Nila gak punya pacar om.." ucap Nila yang kini sudah mendongakkan kepalanya menatap Ardi. "Terus siapa yang tadi merangkul kamu" tanya Ardi yang sangat ingin tahu. "Oh... itu Adit om pacarnya Dinda sahabat aku dan Prilly juga" ucap Nila menjelaskan. "Oh begitu sukurlah" ucap Ardi keceplosan. "Memangnya kenapa om" tanya Nila. "Lupakan bukan apa-apa" ucap Ardi. "Ya sudah Nila permisi om" ucap Nila berdiri. "Terima kasih ya Nil" ucap Ardi. "Buat?" ucap Nila mengernyitkan keningnya. "Ini tehnya terima kasih" ucap Ardi. "Oh iya om" ucap Nila dan ia berlalu dari hadapan Ardi. Nila menyusul Prilly yang masih bersantai di teras. "Kenapa ya om Ardi jadi nanya gitu kenapa juga gue deg-degan pas ditatap dia" ucap batin Nila. "Dari mana aja sih lo lama banget" ucap Prilly. "Ngobrol sama bokap lo" ucap Nila sambil mencomot kue kering yang ada di depannya. "Ngobrolin apa sih kayanya lo akrab banget sama bokap gue" ucap Prilly menatap Nila. "Kenapa? Lo cemburu gue bisa akarab sama bokap lo" tanya Nila. "Ih ngapain cemburu" ucap Prilly. Iphone Prilly bergetar. "Dinda" ucap Prilly menatap Nila. "Angkat gih" ucap Nila. "Ya Din kenapa" ucap Prilly mengangkat telponnya. "Jalan yuk nanti malam sumpek nih gue, ada film bagus loh Prill" ucap Dinda. "boleh deh" ucap Prilly. "Eh ajakin juga tuh tetangga lo yang biasanya ikut Ali ya namanya" ucap Dinda. "Ngapain ngajakin dia" tanya Prilly. "Ya biar lo ada pasangannya" ucap Dinda terkekeh. "Kalo gue ngajakin Ali lah Nila sama siapa dong" ucap Prilly. "Ya terserah ajak siapa aja ya udah lah gue mandi dulu" ucap Dinda lalu menutup sambungan telponnya. "Sembarangan nih anak main ditutup aja" Prilly mendengus. "Kenapa sih Dinda bilang apa" ucap Nila dan Prilly pun menceritakan pembicaraannya tadi dengan Dinda. "Emang bokap lo ngasih ijin kita keluar" tanya Nila. "Naaahhh... gini aja..." teriak Prilly mengagetkan Nila. "Apaan sih lo kaget gue tau" ucap Nila. "Gue ajak aja kali ya daddy biar kita dikasih keluar dan elo juga punya pasangan, tapi awas ya lo jangan genit-genit sama bokap gue" ucap Prilly mewanti-wanti sahabatnya itu. "Emang gue genit..." ucap Nila sewot. "Kali aja lo suka sama bokap gue yang ganteng itu, gue gak mau ya punya ibu tiri" ucap Prilly. "Iya bawell...." ucap Nila. Prilly berjalan menuju kamar daddynya. "Daddy...." panggil Prilly manja. "Pasti ada maunya kalau udah gini" ucap Ardi. "Dad temen Prilly ngajakin nonton nih, Daddy ikut ya biar Nila ada temennya" ucap Prilly. "Gak ah ngapain ikutan sama anak abg" ucap Ardi. "Yah daddy kasian Nila tau gak ada temennya nanti" ucap Prilly. "Loh kalian kan perginya rame-rame" ucap Ardi menatap Prilly. "Iya sih dad perginya rame-rame tapi kita pasang-pasangan, ikut ya dad temenin Nila sekalian jagain kita pleaseee....." ucap Prilly menangkupkan kedua tangannya. "Ya udah mau kemana sih" tanya Ardi. "Nonton dad..." ucap Prilly. "Ok daddy ikut" ucap Ardi. "Yeayy makasih ya dad" ucap Prilly. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD