Ardi mengenakan pakaian santainya menyesuaikan dengan anak abg yang akan ditemaninya.
"Ayo udah siap" tanya Ardi pada dua abg yang duduk di sofa ruang tamu.
"Nunggu Ali sebentar dad" ucap Prilly.
"Oh Ali ikut" ucap Ardi.
Tak lama Ali yang ditunggu pun datang.
"Yuk berangkat" ucap Prilly.
"Lo didepan ya Nila.." ucap Prilly sambil membuka pintu mobil.
"Iya..." ucap Nila dan Ardi pun membukakan pintu mobil bagian depan untuk gadis cantik itu lalu mengitari untuk memasuki mobilnya.
Nila menegang menahan nafasnya saat Ardi memasangkan shitbelt untuknya, ia merasa jantungnya berdegup kencang.
"Demi keamanan" ucap Ardi yang melihat raut wajah Nila yang memerah.
"Terima kasih om" ucap Nila tersenyum malu.
"Ke mana nih kita" ucap Ardi yang mulai memacu mobilnya keluar halaman rumah.
"Ke mall om" ucap Nila menatap Ardi.
"Ok..." ucap Ardi, ia memacu mobilnya.
Ardi dan anak-anak abgnya itu tiba di mall, ia segera mencari tempat parkir.
Ia segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Nila turun.
Ardi bersama Nila, Prilly dan Ali memasuki mall tersebut, Prilly dan Ali berjalan didepan Ardi dan Nila putri cantik Ardi itu menggelendot manja di lengan Ali hal seperti itu sudah biasa dilihat Ardi putrinya tersebut memang sangat manja pada Ali.
Ardi berjalan berdampingan dengan Nila tangan kekarnya memeluk pinggang ramping Nila membuat Nila kaget dan menegang.
"Gapapakan om rangkul begini" ucap Ardi sambil menunduk menatap Nila.
"I... iya om gapapa" ucap Nila gugup.
"Janjian di mana tadi sama yang lain" tanya Ardi.
"Janjian di bioskop om" ucap Nila mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan pria dewasa tersebut.
"Daddy cepet...." Prilly berbalik badan memanggil daddynya ia terdiam saat melihat rangkulan posesif daddynya di pinggang Nila, ia menatap daddynya dan Nila bergantian.
"Kenapa sayang" tanya Ardi pada putrinya.
"Gapapa, daddy sepertinya senang banget ya..." ucap Prilly.
"Memang kenapa gak boleh daddy senang hmm..." ucap Ardi sambil mencolek dagu putrinya itu.
"Udah ah cepetan tuh yang lain udah nungguin" ucap Prilly menarik tangan Ali dan meninggalkan Ardi dan Nila.
"Ayo..." ucap Ardi menggenggam tangan Nila.
"Lama banget sih lo" ucap Dinda yang sudah berada didalam gedung bioskop bersama kekasihnya Adit dan Ule juga Fandy.
"Iya kita sampe pegel nungguin lo pada, eh Prill Nila sama siapa tuh ganteng banget" bisik Ule.
"Bokap gue, dari pada Nila jadi obat nyamuk kita mending gue ajak aja bokap gue nemenin Nila" ucap Prilly.
"Gila ganteng banget bokap lo gue mah juga mau kali Prill ditemenin bokap lo, eh by the way mereka pacaran ya ko bokap lo kayaknya posesif banget sama Nila" bisik Ule lagi.
"Enak aja lo, gak ko bokap gue emang udah akrab banget sama Nila" ucap Prilly.
"Ngomongin apaan sih gue gak diajakin" ucap Nila sewot.
"Gak usah ngambek jelek tau" ucap Prilly pada Nila.
"Mau nonton apa" tanya Ardi pada para abg itu.
Dan setelah sedikit ada perdebatan akhirnya mereka memilih film horor. Ardi membayar seluruh tiket untuk para abg itu.
"Ihh kenapa harus film horor sih yang dipilih" omel Nila sambil mendaratkan pantatnya dikursi, ia dan Ardi duduk dibagian pojok.
"Seru kali Nil biar memacu adrenalin" ucap Prilly.
"Udah gak usah ribut bentar lagi filmnya mulai" ucap Ardi menengahi.
"Aaaaaaa......" teriak Nila saat film baru dimulai yang menampilkan seorang hantu perempuan yang muncul secara mengejutkan.
"Sini..." Ardi menarik Nila kepelukannya dan mengecup keningnya, Nila menegang mendapatkan perlakuan seperti itu.
Sementara yang lain tak menyadari apa yang Ardi lakukan terhadap Nila mereka fokus dengan film horor tersebut.
"Om....." ucap Nila mendongak menatap Ardi.
"Maaf..."ucap Ardi melepaskan pelukannya namun Nila malah balas memeluk daddy dari sahabatnya tersebut dan membuat pria itu batal untuk melepaskan pelukannya, Nila membenamkan wajahnya di d**a bidang Ardi setiap kali ada sosok mengerikan yang tampil di layar lebar bioskop itu.
"Kamu mau kita keluar saja" tanya Ardi saat melihat Nila sangat ketakutan.
"Iya om kita keluar aja gapapa kan" ucap Nila.
"Prill daddy tunggu di cafe samping bioskop ini ya Nila takut nih" ucap Ardi pada putrinya yang duduk disamping Nila.
"Iya dad" ucap Prilly sambil mengunyah popcornnya, ia fokus menonton film yang sedang di putar.
Ardi membawa Nila keluar dari gedung teater.
"Kita makan dulu ya" ucap Ardi sambil menggenggam tangan Nila dan Nila pun balas menggenggam tangan Ardi.
"Hhmmm iya.." angguk Nila.
Keduanya memasuki cafe yang berada tepat disamping bioskop.
"Om mau apa" tanya Nila sambil melihat menunya, ia duduk disamping Ardi.
Ardi menyebutkan makanan yang diinginkannya dan pelayan mencatat pesanan keduanya.
"Nila tinggal ke toilet dulu ya om" ucap Nila.
"Iya jangan lama" ucap Ardi tersenyum.
Nila berjalan ke toilet ia membersihkan tangannya dan memoles sedikit wajahnya dan tak lama ia sudah kembali ke tempat duduknya di sana terlihat makanan yang dipesannya sudah tertata rapi diatas meja.
"Ayo makan" ucap Ardi.
"Iya om, cobain deh om ini enak banget lo" ucap Nila menyodorkan sendoknya pada Ardi ingin menyuapinya.
"Enak... apalagi yang nyuapin semanis kamu tambah enak" ucap Ardi menerima suapan Ardi.
"Apaan sih om gombal banget" ucap Nila yang mulai memakan makanannya.
"Ayo habiskan" ucap Ardi.
Tak lama Prilly dan yang lainnya menyusul daddynya dan Nila di cafe. Dari kejauhan Prilly dapat melihat raut wajah bahagia daddynya itu yang tak seperti biasa saat berdekatan dengan Nila.
"Dad..." ucap Prilly menyapa.
"Hai sayang udah nontonnya" ucap Ardi sambil meminum jusnya.
"Udah dad seru deh filmnya" ucap Prilly sambil duduk diseberang Nila.
"Makan dulu ya kalian biar daddy yang traktir" ucap Ardi.
"Beneran nih om" ucap Dinda.
"Iya pesan aja sesuka kalian, om tadi udah makan duluan sama Nila" ucap Ardi.
"Yeayy terima kasih ya om" ucap Dinda dan yang lainnya.
Setelah menyelesaikan makannya mereka segera pulang dalam perjalanan pulang Nila tertidur pulas karena saking capenya.
"Nil bangun woy udah nyampe nih" ucap Prilly membangunkan Nila saat mereka sudah tiba didepan rumah.
"Jangan di bangunin Prill kasian biar daddy yang angkat, kamu temenin Ali aja dulu" ucap Ardi, ia langsung membawa Nila ke kamar Prilly.
Ardi merebahkan Nila di ranjang dan melepaskan sepatunya lalu menyelimutinya. Pria itu kemudian meninggalkannya dan menuju kamarnya sendiri, ia duduk di sofa kamarnya dan memejamkan matanya.
"Apa yang terjadi dengan diriku kenapa aku begitu bahagia saat menemani Nila, kenapa gadis itu mengacaukan pikiranku, perasaan ini kenapa sama seperti saat dulu waktu aku baru mengenal Kimmy maminya Prilly" ucap batin Ardi.
Bersambung