Disclaimer : "cerita ini di peruntukan untuk usia 18+ ,cerita ini hanya fiktif belaka, untuk tujuan menghibur, memberikan teka-teki kepada pembaca serta memberikan pengalaman imajinasi yang tinggi untuk pembaca untuk menebak Siapakah pelaku nya, cerita ini memiliki pengalaman alur maju-mundur , untuk terkoneksi dan agar mengerti di mohon agar membaca secara keseluruhan dari awal hingga akhir,
"jika ada nama, latar, tempat yang sama kami mohon maaf sebesar besarnya, tidak ada pihak / instansi manapun yang dirugikan , selamat membaca dan semoga terhibur"
" Cerita di lanjutkan menuju perjalanan rumah sakit "
Sesampai nya dirumah sakit, rheins, guru wali kelas, ayah rheins, polisi (Intel) , sedang menunggu kabar dari dokter yang sedang menangani ibu rheins,dengan harap-harap cemas mereka semua menginginkan kabar baik dari pihak dokter.
Disaat itu pun rheins pun mendengar percakapan pihak polisi yang sedang melaporkan kabar dari bawahannya yang sedang melakukan pengejaran, penelusuran di lokasi kejadian perkara ( didepan sekolah rheins) .
" Pihak polisi 2: Lapor komandan, kami tidak bisa mengidentifikasi motif yang di lakukan tersangka, nampaknya ini unsur real kecelakaan namun pihak pengendara langsung melarikan diri . ( atau bisa di bilang kasus tabrak lari) .
Pihak polisi 2 melanjutkan percakapan..
" Dan nampaknya sebagian warga yang mengejar menggunakan sepeda motor pun sudah melapor kepada pihak kepolisian yang berada di TKP nampaknya mereka kehilangan jejak, karena pihak kendara mobil tersebut diuntungkan dengan cuaca yang sedang hujan deras sehingga lalu lintas pun sepi, dan pihak pengendara bisa melajukan mobil nya dengan cepat. Sepertinya laporan itu yang bisa saya sampaikan komandan, kami menunggu arahan lain lebih lanjut, laporan selesai .
" Polisi Intel : baiklah laporan saya Terima, terus amankan tempat kejadian perkara. ( pembicaraan di walkie talkie ( HT) pun ditutup dengan menyimpan rasa tanda tanya dari polisi Intel tersebut "
Ketika pembicaraan tersebut sempat didengar oleh rheins, dan pembicaraan tersebut berakhir, akhirnya rheins pun berani berbicara dan melaporkan kejadian yang dialami kepada ibunya kepada pihak polisi Intel tersebut, disusul dengan ibu guru wali kelas & ayah rheins yang serius menyimak mendengarkan pembicaraan rheins anak kelas 5 sekolah dasar Tunas harapan.
" Rheins : pak polisi, aku melihat kejadian itu!!!! "
" Polisi Intel : baik ade, sepertinya kamu sudah tenang bisa kamu beritahu kepada bapa kejadian tersebut & mobil apa yang menabrak ibu kamu? " .
" Rheins : aku melihat mobil yang ukurannya aga besar namun bukan bus , dan mobil yang nabrak itu bannya aga besar, terus ada ban lagi di belakang posisi mobilnya "
( pihak Intel pun mencoba menyerap dari pembicaraan rheins tersebut dan menyimpulkan dalam pikiranya sepertinya mobil yang menabrak ibu rheins ini mobil Jeep")
Rheins pun lanjut menceritakan,Pada saat rheins menyeritakan dia pun memfokuskan dengan amat fokus melihat & menggambarkan pemikiran apa yang dia lihat saat kejadian.
" Rheins : aku melihat sekilas pak polisi yang mengendari mobil itu seseorang yang menggunakan topi, dan aku melihat juga plat mobil yang menabrak ibu aku , "
-- rheins pun sangat fokus dan melihat serta membayangkan kembali,mencoba menghapal plat nomor yang menabrak ibu nya meskipun disaat itu cuaca hujan deras namun samar samar rheins melihat plat nomor kendaraan yang di pakai orang tersebut . ---
Lanjut cerita pembicaraan rheins
" Dengan nada panik rheins pun mengungkapkan plat nomornya , "
" D 1231 AGA, itu pak polisi nomor platnya dengan nada panik dan tegas ucapan reflek dari rheins " .
Pihak polisi ( Intel ) mencoba mempercayai ucapan anak SD kelas 5 tersebut, dan langsung mengkonfirmasi ke pihak mabes kepolisian yang ber-ada dipusat kota, untuk melakukan pengecekan dan investigasi dari kendaraan yang di pakai oleh pelaku tabrak lari tersebut.
" Polisi Intel :(dengan segera menggunakan telepon seluler untuk menghubungi telepon kantor , mencoba memberikan kabar informasi kepada pihak pusat mabes kepolisian yang berada di pusat kota, apa yang diucapkan oleh rheins tadi"
Polisi intel :
- mohon ijin saya dari unit Intel dari polisi sektor wilayah , ingin melaporkan memberikan informasi bahwa terjadi kecelakan tabrak lari pada pukul 12.30 di lokasi SD Tunas harapan yang berada di wilayah karang anyar, saat ini korban sudah di larikan kerumah sakit dan sedang ditangani oleh dokter yang bertugas, kami pun mendapatkan info terkait plat nomor yang digunakan oleh saksi langsung yang melihat kejadian perkara dengan plat nomor " D 1231 AGA" Kami mohon segera selidiki pemilik mobil tersebut dan kami menunggu informasi lebih lanjut, laporan selesai "
Petugas penjaga yang saat itu mendapat panggilan telepon kantor laporan dari polisi Intel wilayah, langsung mengkonfirmasi memberikan info plat nomor tersebut kepada bagian unit tim khusus mabes kepolisaan kota pusat, untuk melakukan penelusuran lebih lanjut siapa pemilik mobil tersebut
Sembari menunggu laporan dari mabes kepolisian pusat kota,
"Tiba-tiba dokter serta asisten dokter keluar dari ruang perawatan yang menangani ibu rheins "
" sambil menggunakan perlengkapan tindakan darurat, keluar kamar perawatan dan mengatakan informasi,"
" Dokter :" keluarga korban ada? , saut dokter memanggil dari ruangan kamar tersebut "
" Ini ada anak dan suami dari korban dok ( saut ibu guru wali kelas dengan refleknya)
Mereka ber 4 pun mendekat kepada dokter polisi Intel / ibu guru wali kelas / ayah rheins / dan rheins untuk mendapatkan info lebih lanjut tentang keadaan ibunya rheins,
" Dokter : sebelumnya kami memohon maaf sebesar-besarnya saya dan rekan rekan dokter lainya sudah berusaha semaksimal mungkin namun pendarahan yang begitu hebat dan benturan yang keras di kepala sehingga menyebabkan pendarahan yang berada di dalam kepala, nyawa dari ibu tersebut tidak berhasil kami tolong kami mohon maaf sebesar - besarnya kami sudah berusaha, dengan expresi sedih sang dokter mencoba menjelaskan kepada pihak keluarga rheins "
" Sontak ibu guru wali kelas / polisi Intel yang menemani keluarga rheins merasa terpukul sekaligus ikut berduka cita atas kejadiaan yang dialami pihak keluarga rheins" Dan mereka mencoba menenangkan rheins dan ayahnya rheins untuk iklash mendapatkan cobaan seperti ini
tangisan pecah kembali mengalir deras di pipi rheins, suami / ayah rheins pun tidak bisa membendung air mata nya juga karena kehilangan sosok istri / ibu dari anak nya tersebut.
" IBUUUUUUUUUUUU JANGAN PERGIIII!!!!!! ""
teriak tangisan rheins dengan nada lirih.
Disaat kabar duka itu terjadi polisi Intel pun mendapatkan panggilan / kabar dari mabes pusat kepolisaan dikota untuk menyampaikan informasi terkait plat nomor kendaraan pelaku tabrak lari tersebut,
" Pihak tim khusus mabes : Laporan Anda sudah kami Terima pak, kami sudah melacak & mencari informasi plat nomor yang bapak infokan kepada pihak mabes pusat, bahwa plat nomor mobil tersebut tidak terdeteksi oleh data kami atau bisa di simpulkan plat nomor yang menabrak itu plat nomor palsu atau bisa disebut ilegal serta bisa kami simpulkan juga kemungkinan saksi yang melihat salah melihat plat nomor dari pelaku tersebut,jadi kami tidak bisa menelusuri lebih jauh pemilik mobil Jeep tersebut, berikut laporan dari kami "
Dengan ekspresi kecewa dan menyimpan tanda tanya besar dan mengakhiri pembicaraan tersebut ,pihak polisi pun sudah melakukan semaksimal mungkin tugas yang mereka lakukan untuk mencari informasi tersebut, namun sulit untuk dipecahkan,
Pihak polisi mencoba memanggil ayah rheins dan mencoba menerangkan .
" Polisi intel : kami sudah semaksimal mungkin pak sepertinya kasus ini tabrak lari dan nomor plat yang di infokan putri bapa ( rheins) tidak terbaca datanya di mabes pusat kami atau bisa di bilang plat nomor yang disebut putri bapa ada kemungkinan plat nomor ilegal ataupalsu atau bisa saja putri bapa salah melihat plat nomor yang asli karena cuaca sedang hujan deras sehingga sudut pandang dia terganggu berikut yang bisa kami bantu, mohon maaf Pak dan kami pihak kepolisian turut berbelasungkawa atas kejadiaan yang menimpa istri bapa ."
" Ayah rheins pun menunjukan expresi yang begitu amat sedih, serta menghampiri anaknya kembali dan memeluknya "
Seraya memberikan bahasa isyarat kepada anaknya menggunakan tangan
" Kamu yang sabar ya nak, ibu kamu sudah tenang disana ( kata ayah rheins menggunakan bahasa isyarat tangan ) " .
"DAN KASUS ITU PUN DITUTUP, DENGAN BERITA KORAN&MEDIA YANG MENGINFORMASIKAN BAHWA KASUS TERSEBUT MERUPAKAN KASUS KECELAKAAN / TABRAK LARI, TIM JAJARAN DARI KEPOLISIAN PUN AKAN TERUS MENCARI PELAKU TERSEBUT", dari penjelasan di media dan koran.
RHEINS pun menyimpan tanda tanya kesedihan, kehilangan, amarah, namun rheins disaat itu memiliki tekad yang kuat , sehingga rheins yang saat itu masih duduk di kelas 5 SD bertekad mempunyai mimpi atau cita-cita agar kelak dewasa dia menjadi.................
BERSAMBUNG . .
( kalo kalian penasaran kelanjutanya mohon tinggalkan komentar agar kami semangat melanjutkan cerita tersebut) .