CHAPTER 3 : MENGEJAR MIMPI & INSIDEN KECIL

1986 Words
Disclaimer : "cerita ini di peruntukan untuk usia 18+ ,cerita ini hanya fiktif belaka, untuk tujuan menghibur, memberikan teka-teki kepada pembaca serta memberikan pengalaman imajinasi yang tinggi untuk pembaca untuk menebak Siapakah pelaku nya, cerita ini memiliki pengalaman alur maju-mundur , untuk terkoneksi dan agar mengerti di mohon agar membaca secara keseluruhan dari awal hingga akhir, "jika ada nama, latar, tempat yang sama kami mohon maaf sebesar besarnya, tidak ada pihak / instansi manapun yang dirugikan , selamat membaca dan semoga terhibur" Setelah kejadian 15 tahun silam yang menimpa rheins, 15 tahun kemudian tepat di tahun 2017 dan usia rheins menginjak 24 tahun. Saat yang ditunggu akhirnya tiba ,rheins yang sudah beranjak menjadi wanita dewasa mencoba mendaftarkan diri menjadi seorang polisi wanita (polwan). Di sebuah desa di sisi lain pukul 5 subuh,rheins berada di rumah nya dan ditemani oleh ayahnya yang sudah mulai beranjak tua yang sedang memasak menyiapkan makanan untuk mereka berdua sembari memperhatikan anaknya tersebut . "Nampaknya rheins sibuk mempersiapkan dirinya dan sibuk menyusun berkas berkas serta data data pribadinya untuk segera melakukan perjalanan ke kota untuk mengikuti tes akademi kepolisian secara gratis tanpa di pungut biaya yang dia baca dari surat kabar (koran) bahwa di tanggal 27 September 2017 di buka pendaftaran rekrutmen untuk calon polisi / polisi wanita baru (polwan) ".ayah rheins yang bernama pak tobi saat itu tersenyum tipis melihat anak gadis semata wayangnya sedang sibuk mencari-cari sesuatu. " Rheins : ayah apa kamu melihat sepatu ku, aku mencari dimana- mana namun tidak ketemu, ( rheins berbicara kepada ayahnya menggunakan bahasa isyarat tangan yang pada saat itu ayahnya sedang memasak) . " Ayah rheins : ( tersenyum tipis) " Dengan bahasa isyarat dia berkomunikasi dengan anaknya " - sifat kamu sama percis seperti ibu kamu ( sambil memikirkan kenangan indah bersama istrinya) , selalu tergesa-gesa saat mencari sesuatu dan gampang panik. ( saut ayah rheins berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat sembari senyum-senyum tipis) . "Ayah rheins : apa kamu lupa sepatu kamu berada di rak depan teras rumah ,kamu sendiri yang sudah menyiapkannya dari kemari malam ( ayah rheins berkomunikasi sembari senyum tipis melihat anak gadisnya tersebut) " Rheins : ya ampun ayah , bisa bisanya aku lupa hal itu terimakasih ayah, (tanggap dari rheins menggunakan bahasa isyarat berkomunikasi dengan ayahnya) " Ayah rheins : " Yasudah nak masakan sudah siap ayo kita sarapan bersama, " ( saut ayah rheins) Mereka pun akhir nya duduk di meja makan berdua sembari menyantap sarapan di pagi hari, dan sesekali rheins pun berkomunikasi kepada ayahnya sembari mereka menyantap sarapannya. " Rheins : ayah do'akan rheins ya semoga rheins bisa memberikan kabar baik dan lolos di Akademi Kepolisian nanti " ( ucap rheins dengan antusias yang tidak sabar untuk berangkat ke kota) " Ayah : ayah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak gadis kesayangan ayah, kamu chek ulang barang barang kamu, berkas kamu yang sudah kamu persiapkan, jangan sampai ada yang tertinggal, nanti ayah repot jarak dari desa kita ke kota itu lama, ketambah lagi motor ayah yang tua tidak sanggup jika harus melakukan perjalanan ke kota jika ada barang yang kamu lupakan. ( ucap ayah tersenyum memberitahu kepada anaknya) . Rheins & ayah mereka pun tertawa bersama ditengah hangatnya sarapan yang mereka santap. Kemudian waktu yang dinanti rheins telah tiba untuk mendaftarkan diri menjadi calon polisi wanita baru , segera rheins mempersiapkan dirinya, memastikan kembali bahwa tidak ada barang yang tertinggal.. Singkat cerita profil rheins, disaat kejadian 15 tahun silam ketika insiden kecelakaan ibunya tersebut terjadi , yang sampai merenggut nyawa ibunya , pada saat bersekolah hingga lulus dari sekolah menangah atas ( SMA) rheins menjadi anak yang terkesan pendiam, serta dia makin fokus untuk mengejar impianya dengan bersungguh sungguh yaitu menjadi seorang polisi intelegen ( detektif/Intel) hebat, jujur, dan dapat di andalkan , meskipun nilai akademis pelajarannya terhitung yang pas-pas an rheins bukan seorang anak yang pintar saat masih bersekolah namun dia memiliki kemampuan bisa menghapalkan hapalan pelajaran dengan secara terperinci & dan mampu memecahkan kuis teka-teki di sekolahnya meskipun dia tidak tahu bakat yang dia miliki , karakteristik rheins ini merupakan yang gampang panik jika keadaan dia sedang tertekan & tergesa-gesa namun di saat itu terjadi rheins tidak menyadari kalo situasi seperti itu dapat mempertajam ingatan dia apa yang dia lihat disekitarnya & rheins tidak menyadari kemampuan atau potensi tersebut di dalam dirinya. - Lanjut disaat masa sekarang - Rheins pun sudah menyiapkan semua perlengkapan dia, dan siap untuk melakukan perjalanan ke kota seorang diri, rheins pun pamitan yang saat itu ayah nya mengantarkan ke tepi jalan kurang lebih 500 meter dari rumahnya untuk menunggu bis (angkutan umum) , disaat menunggu bis rheins berpamitan kepada ayahnya.... "Rheins : ayah sekali lagi aku meminta doa dan restu semoga apa yang aku tunggu selama ini, Cita-cita yang akan ku kejar semoga terwujud ( ucap rheins dengan penuh harapan & menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi kepada ayahnya) . " Ayah : ayah selalu mendoakan mu nak apapun itu yang terbaik buat kamu( sembari ayahnya memeluk putrinya tersebut untuk melepaskan nya pergi sementara ke kota untuk mencalonkan / mendaftarkan menjadi anggota polisi wanita sesuai cita-citanya) , kabari ayah jika nanti kamu sudah sampai kota & jaga diri kamu baik- baik disana " " Rheins : baik ayah terimakasih ". Tidak lama bis pun tiba. Brummmmmmmmm, "Ayo mba kota -kota langsung ( teriak kondektur bis) ". Rheins pun menaiki bisnya, melambaikan tangan kepada ayahnya didalam bis tersebut, Jarak tempuh dari desa rheins ke kota yaitu 4 jam untuk sampai ke kota. Berbekal tekad dan semangat & doa orang tua rheins pun penuh percaya diri untuk mengejar mimpinya tersebut. * bus pun melaju perlahan dan meninggalkan desa tempat lahir rheins * - didalam bus - Tidak disangka di pagi itu banyak sekali penumpang bis yang akan menuju kota juga, sebagian dari penumpang ada seorang petani yang akan menjual hasil panennya ke kota, ada yang akan mengadu nasib di kota untuk mencari pekerjaan , dan banyak hal lainya dari penumpang didalam bis tersebut. Tidak berasa setelah bus 1 jam berjalan, penumpang pun mulai berdesak-desakan ada sebagian penumpang yang berdiri karena bus sudah penuh, Rheins yang saat itu duduk di posisi 3 baris kebelakang dari posisi depan, dia duduk dengan seorang pria terlihat pria tersebut bertubuh tegap, kekar memakai pakaian rapi, Berusia kurang lebih 33 tahun, sempat terjadi dialog sedikit antara mereka berdua " Penumpang 1 : mba tujuannya mau kemana? " ( tanya pria yang duduk disamping rheins) . " Rheins : saya berencana ke kota mas mencari pekerjaan, ( timbal rheins) " " Penumpang 1 : oh iya mba hati- hati dijalan ya sekarang lagi marak banget penjahat penjahat mba, mba hati hati yah semoga bisa dapet pekerjaan di kota nanti ( ucap pria yang duduk disamping rheins) " Rheins : iya mas terimakasih, nasehatnya " Mereka pun akhir nya mengakhiri pembicaraan tersebut rheins pun lanjut mendengarkan musik menggunakan earphone nya (headset kecil) , Ditengah perjalanan bis tersebut tiba-tiba salah satu penumpang yang berdiri, berteriak " COPETTTT, TOLONG HP AKU ILANG DISAKU CELANAKU, (teriak dari salah satu penumpang wanita yang berdiri dalam bis tersebut) " Seketika keadaan menjadi panik disaat bis tersebut sedang melaju dan padat penumpang, Wanita yang kecopetan tersebut menangis atas apa insiden yang terjadi. Tidak disangka pria yang duduk disebelah rheins pun berdiri, ketika keadaan sedang panik tersebut, lalu dia langsung menyelah untuk keposisi depan dan menghampiri supir bis dan kendektur yang saat itu bis sedang penuh sesak dengan penumpag. - disisi lain rheins pun membuka earphone nya, lalu melihat kejadiaan yang sempat mengagetkan dia karena kegaduhan tersebut rheins memperhatikan setiap penumpang penumpang tersebut yang seakan takut jika mereka kena getah nya atau asal tuduh, rheins pun melihat sekitar, dan dia menyadari bahwa pria yang duduk disampingnya tidak ada, sebelumnya dia belum menyadari karena posisi dia duduk tepat di sebelah jendela, sambil mendengarkan musik dan melamun mengingat masa masa indah bersama ibunya karena dia akan mengejar mimpinya ke kota untuk menjadi seorang polisi. Seketika itu rheins menyadari. " Rheins : kok pria duduk disamping aku dia tidak ada? , ah mungkin pria itu sebelum kejadian sudah turun di suatu daerah sebelum kejadian ( ucap rheins didalam hatinya yang merasa aneh) , Rheins pun mulai melirik ke orang -orang(penumpang) disekitar yang sangat dekat dengan posisi wanita tersebut kecopetan... Terlihat ada seorang pria berdiri menggunakan kaos oblong membawa tas selempang yang berada dekat di posisi wanita tersebut, dan terlihat ada seorang wanita yang menggendong anak kecil yang duduk percis di samping wanita tersebut, dan 2 pria bapa- bapa sekitar umur 45 tahun dan 50 tahun keduanya ini seorang petani menggunakan celana katun, baju kotak kotak, yang berencana menjual hasil panen ke kota , namun hasil panen tersebut tersimpan di atas bis tersebut, Dan nampak semua penumpang menujukan expresi panik, kecuali ada salah satu anak remaja yang terlihat santai duduk di belakang wanita yang menggendong anak nya tersebut dengan expresi yang santai, rheins mengamati semuanya , dia tertuju pada seorang remaja yang terlihat begitu santai, dan rheins mencurigai orang tersebut... Tidak disangka ternyata pria yang duduk disamping rheins ini ternyata belum turun dari bis, dia berada di posisi depan bis memberikan isyarat / kode atau mengambil inisiatif supaya tidak ada yang boleh satu pun penumpang turun dari bis tersebut karena akan dilakukan penggeledahan oleh supir bis / kondektur & pria yang duduk disamping rheins . Semua penumpang pun serentak setuju atas inisiatif yang dilakukan mereka . Pada akhirnya bis pun menepi dan berhenti .... Dan pintu keluar pun dijaga ketat oleh mereka ber 3 . Dan pria tersebut berinisiatif untuk memanggil korban / wanita yang kecopetan untuk menyaksikan langsung proses penggeledahan tersebut . Satu persatu penumpang dari depan turun dan dilakukan penggeledahan, , rheins yang saat itu duduk di barisan ketiga dari depan pun mendapatkan giliran, rheins pun kagum dengan pria yang duduk disampingnya dan kagum atas inisiatif yang dilakukannya, inisiatif dan langkah yang pria itu lakukan percis seperti seorang polisi / Intel ( gumam rheins dari dalam hatinya) yaitu mengambil langsung tindakan dengan cara dingin senyap dan penuh hati-hati Tiba saat giliran di posisi penumpang yang berada ditengah yang berada dekat dengan korban wanita tersebut... Seorang ibu yang menggendong anak nya dilakukan penggeledahan ternyata bukan dia pelaku nya,,, Seorang pria yang menggunakan kaos oblong ternyata bukan dia pelakunya karena didalam tas selempang yang dia pakai hanya ada handphone dia saja, Namun disaat rheins memperhatikan pria tersebut ada yang aneh ternyata sebelum akan digeledah kebetulan pria yang duduk disamping rheins lah yang menggeladahnya, rheins tampak aneh karena sleting tas pria tersebut sudah langsung terbuka saat sebelum melakukan penggeledahan oleh pria yang duduk disamping rheins, namun HP wanita tersebut tidak ada ditanganya. Mungkin pikir rheins pria tersebut lupa menyeletingkan tas selempangnya tersebut, . Tiba giliran ke 2 petani yang akan menjual hasil panennya pun nihil karena mereka menggunakan celana katun, kaos kotak-kotak ternyata HP tersebut tidak ada ditangan ke 2 pria tersebut, Tiba saatnya giliran seorang remaja berusia 26-28 tahun yangg percis duduk di belakang wanita yang menggendong bayi, yang menunjukan expresi santai saat semua orang panik , Pria tersebut mengenakan topi hitam, memakai sweater hoodie, berpakaian rapi dan membawa tas selempang . Rheins pun mempercayai bahwa nampaknya orang ini yang dia curigai, Semua penumpang yang berada dekat di posisi korban akan di geledah secara insentif keseluruhan agar tidak terjadi manipulasi, dan penggeledahan itu dilakukan dengan 3 orang sekaligus kondektur, supir, dan pria yang duduk disamping rheins. Disaat penggeledahan pria tersebut tetap menujukan expresi yang santai dan membuka sweaternya satu persatu celah demi celah ke 3 orang ini supir / kondektur dan pria yang duduk disebelah rheins melakukan penggeledahan secara keseluruhan , tiba saat waktu penggeledahan tas selempang yang di bawa remaja ini, Perlahan membuka tas selempang tersebut secara perlahan................ semua penumpang yang sudah berada dibawah pun menyaksikan nya termasuk rheins dengan masing masing dari mereka termasuk rheins menujukan expresi yang tegang..... Yang ternyata isi didalam tas selempang pria muda yang berumur 27-28 tersebut ditemukan sebuah..................... ....... Bersambung...................... ( jika penasaran dengan kelanjutanya mohon tinggalkan komentar dibawah ya terimakasih)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD