Diandra terbangun dari alam bawah sadarnya dengan napas yang terengah-engah. Matanya terbuka perlahan, membiarkan cahaya memasuki ruangan yang sebelumnya gelap gulita baginya. Suara monitor yang berdetak teratur menjadi saksi bisu dari perjalanannya melalui masa kritisnya. Pandangannya berkelana di sekitar ruangan, mencoba memahami di mana dia berada, hingga ingatannya perlahan kembali. Benar, karena meminum racun yang Sofia berikan dia mengalami keguguran dan kritis. Bangun dari tidur panjang ini bagaikan keajaiban baginya. "Hero, Aiden----" Suara Diandra berkata lirih. Ia memanggil orang-orang paling penting, namun tidak ada di sekitarnya. Ruangannya begitu sepi. Hingga, Ariel muncul seraya membawa sebuah surat untuknya. "Ariel? Yang lain kemana?" Diandra bertanya dengan bahasa isyar

