Kuda terus berlari tak tentu arah, binatang itu tak jua berhenti ketika jurang sudah di depan mata. Ayu menutup matanya ketika mereka benar-benar telah terjun ke bawah tebing. Pasukan Panungkaran tak melepaskan dua orang itu begitu saja. Hujanan anak panah tetap dilesatkan. Bima masih sempat melindungi bawahannya itu, menggunakan tenaga dalamnya lalu berlindung di balik tubuh kuda tersebut, hingga senjata itu menyasar tubuh binatang saja. Ayu menjerit sekuat mungkin, suara wanitanya akhirnya keluar juga. Namun, tak berlalu Bima pikirkan, sebab di bawah mereka kini telah terlihat sungai yang alirannya sangat deras. Lelaki itu membawa tubuh Ayu dalam dekapannya. Dua orang itu meluncur kembali ke dalam air, dan nyaris saja kepala Ayu menghantam bebatuan terjal jika tak segera ditarik oleh p

