Jurang

1179 Words

Kembali Bima bangun dengan peluh bercucuran, ia tadi berada dalam alam mimpi yang begitu mendebarkan. Tersesat di alam gaib dan mencari keberadaan seorang wanita. Lelaki itu lalu mengucek kedua matanya, ia melihat sendiri semua pasukannya sedang bersiap. Dan tak jauh dari tempatnya berdiri, Bima mendengar suara terompet ditiup beberapa kali. “Ada apa?” tanya lelaki itu ketika mencekal tangan Ayu yang mondar-mandir di depannya. “Ada beberapa pasukan dalam jumlah besar datang. Tadi saat Panglima tertidur, ada mata-mata yang datang kemari, memberi tahu kita agar mundur saja.” “Ha? Tidak, kita tidak akan mundur apa pun yang terjadi. Ini sudah separoh perjalanan. Sia-sia saja yang mati kalau kita mengalah!” tegas Bima “Tapi, Panglima—“ “Jangan berani kau membantahku. Lebih baik mati d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD