Hampir

1963 Words

“Kenapa kau diam. Aku memerintahkanmu untuk membuka baju. Tak sulit bukan? Atau perlu kurobek bajumu?” Bima memandang Ayu yang masih termangu di tempatnya berdiri. Gadis itu takut, semuanya akan sia-sia belaka jika penyamarannya terbongkar. “Cepat!” Sekali lagi Bima membuka suara lebih tinggi dari sebelumnya. Tak ada pilihan lain, Ayu mulai membuka lilitan kain yang melingkar di pinggangnya. Perlahan demi perlahan untuk mengulur waktu. Bima yang melihatnya begitu tak sabaran, sebab ia masih banyak hal yang harus dikerjakan. Panglima muda itu menarik kain yang masih dalam genggaman Ayu. Gadis itu memutar sebab Bima menariknya dengan cepat. Kini kain jarit yang menutupi Ayu sampai ke lutut telah terlepas. “Banyak sekali lapisan yang kau kenakan.” Bima melempar kain yang berhasil ia t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD