Bima menyesap rasa manis dan hangat pada bibir Dayu, terhitung hampir tiga bulan mereka berada di sungai diantara curug dan ngarai. Entah sampai kapan Bima harus menunggu istrinya sadar. Ia tinggal di sana sama seperti ratusan tahun silam, hidup ala kadarnya tanpa kemewahan di masa kini. Bima hanya sekali meninggalkan Dayu yang masih tertidur lelap. Ia mengambil tenda untuk membangun kemah, selimut, bantal, baju tebal dan beberapa peralatan memasak yang diperlukan. Ia takut memindahkan Dayu ke rumah. Khawatir jika perjalanan istrinya ke masa lalu terputus dan ia pun tak mendapatkan apa-apa. Lelaki itu menceburkan diri ke dalam sungai, ia menangkap beberapa ekor ikan untuk mengganjal perutnya. Sebuah kenangan yang dulu pernah ia lakukan bersama Ayu. Beruntung selama tiga bulan mereka di

