Bertemu Dewi

1197 Words

Api telah berhasil dipadamkan, tetapi tak sedikit pula barang-barang di pondok Bima yang terkena jilatan lidah api. Ia bisa menebak kiriman itu bukanlah berasal dari sembarang orang. Ingin ia berprasangka tetapi tata krama sebagai seorang kestria melarangnya. “Tuan. Apa yang harus kita lakukan sekarang?” bawahan Bima melihat sekelilin pondok tuannya, tak layak lagi kamar itu untuk ditinggali. “Rapikan saja semuanya. Aku akan tidur di atas pohon malam ini. Lelah sekali rasanya.” Bima memegang tengkuknya sendiri. Sejujurnya ia masih merasakan hangatnya sentuhan Ayu palsu tadi. “Tidak, Tuan. Biar aku minta saja pondok di barat untuk mengosongkan kamarnya. Tuan bisa tidur di sana sampai kamar ini kembali membaik,” sahut bawahan setia Bima. Lelaki itu tak menjawab, ia hanya menggerakkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD