Usai berkemas, dua orang itu melanjutkan perjalanan setelah selama beberapa hari tertahan di gua dekat sungai. Tak ada senjata lain yang mereka bawa selain belati masing-masing. Ditambah lagi baik Bima maupun Ayu sama sekali tak tahu di mana keberadaan mereka sekarang. Jalan di depan mereka bukanlah buntu, melainkan tak jelas arah yang harus diambil. Sesekali mereka harus berlindung pula jika ada binatang buas yang melintas. Berlindung di atas pohon pun tak bisa dikatakan aman, sebab ular dengan ukuran besar terkadang melingkar di sana. Jadilah perjalan dua orang itu tak pernah lancar. Bima menekan telinganya di tanah, ia memejamkan mata demi memusatkan pikiran, agar merasakan tanah yang sedikit bergetar. “Tak jauh dari sini, sepertinya ada orang menunggang kuda. Kita bisa mencari ta

