Bima, Ayu, dan juga tawanan di dalam penjara kayu terus berjalan menuju desa terdekat. Mereka masih berada di dalam wilayah Panungkaran. Sedari tadi gadis-gadis muda di dalam kereta tak berhenti menangis karena tubuhnya kesakitan berada di dalam tempat yang sempit. Tak jauh dari mereka berkuda, mulai terlihat pemukiman warga. Meski tak terlalu ramai, setidaknya ada tempat berteduh bagi gadis-gadis muda korban penculikan bandit merah. Bima dan Ayu kemudian turun dari tunggangannya. Menyapa beberapa warga dengan sopan demi meminta tempat berteduh. Awalnya dari cara mereka berpakaian, dua orang itu disangka sebagai komplotan perampok dan pencuri, beberapa lelaki telah siap dengan senjatanya. Namun, Bima gegas menujukkan tanda pengenal di pergelangan tangannya sebagai tanda ia merupakan le

