Pasar Gelap

1731 Words

Bima duduk bertopang dagu di sebuah tempat peristirahatan. Ia tampak lesu, beberapa desa telah didatangi, tetapi bayangan Ayu saja tak pernah terlihat olehnya. Lelaki itu mengusap wajahnya dengan tangan, membayangkan bagaimana hidup wanita yang ia cintai terlunta-lunta di luar sana karena kecurangannya. Panglima perang tersebut sampai tidak sadar ada wanita lain yang duduk di sampingnya sembari tak henti menebarkan senyuman. Wanita yang rambut panjangnya tak disanggul serta menggunakan sutra berwarna merah tipis juga sangat rendah belahan pakaiannya. Tak pernah sebelumnya Bima tak bersikap awas dengan orang-orang di sekitarnya. “Sedang memikirkan perempuan?” tanya wanita di sebelah Bima. Ia terus memperhatikan Bima sambil mengunyah kacang. Tak menjawab, lelaki tersebut hanya melirik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD