Bima menyusul kuda milik Ayu yang terus saja berlarian tanpa tujuan. Ia melompat ke atas punggung binatang itu, kemudian menarik tali kekang agar kuda itu berhenti berlari tak tentu arah. Berhasil, peliharaan Ayu itu kini tak gusar lagi berkat pertolongan Bima. Lelaki itu membawanya ke tepi sungai, memberinya makan dan membiarkan kuda itu minum dan beristirahat. Hanya dia satu-satunya kunci mencari keberadaan Ayu. Panglima perang tersebut menggeledah pelana kuda, hanya ada rumput dan beberapa kain milik wanita pujaannya. “Apa sebab sampai Ayu ditinggal sendirian?” Bima menepuk wajah kuda itu dengan perlahan. Binatang itu hanya mendengus saja. Kuda Ayu itu lalu duduk dan mengisitirahatkan dirinya sejenak yang telah berlarian tanpa henti. “Mungkin jika aku tak curang padamu, hidupmu ta

