Gua Kegelapan

1775 Words

Sulit rasanya bagi Ayu untuk menghindar dari lelaki c***l yang ia tak ingin tahu siapa namanya. Sebagian rambutnya yang telah memutih telah menjadi bukti, ia tidaklah muda lagi. Lalu giginya yang berwarna kuning semakin membuat wanita itu mual ketika air liurnya turun ketika melihat Ayu berusaha untuk lepas dari jaring kulit manusia itu. “Cantik, memohonlah. Aku ingin melihatmu takluk di bawah kakiku,” ujar lelaki itu di bawah perangkap yang menangkap Ayu. “Tak sudi. Cuih!” Wanita itu meludah tepat di wajah penganut ilmu hitam itu. Bukannya lelaki itu marah, ia malah menyesap ludah Ayu tanpa rasa jijik sedikit pun. “Wangi, seperti bau cendana. Perawan tak tersentuh sepertimu pasti sengaja menyodorkan diri kemari, bukan? Dengan senang hati aku akan membuka kedua kakimu, ha ha ha.” Taw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD