Ayu melilit kain panjang berwarna gelap untuk menyamarkan bentuk dadaanya. Ia dibantu oleh pelayan setia di keluarganya. Ayu berencana untuk pergi diam-diam. Namun, ia tak bisa membohongi wanita paruh baya itu ketika mencuri pakaian lelaki milik Suta. Hanya Mbok Inah yang tahu, yang lain telah Ayu berikan obat tidur ketika malam telah semakin kelam. “Aduh, pelan-pelan, Mbok, napasku sesak.” Wajah Ayu kemerahan ketika Mbok Inah memasang kaitan kain agar benda itu tak terlepas. Sempurna, kini tubuh Ayu terlihat sama seperti laki-laki di bagian daada. “Makanya urungkan saja niat Cah Ayu untuk pergi. Apa tak sayang dengan kulitmu yang kuning langsat dan halus ini. Bisa-bisa kena tebasan pedang di sana,” sahut Simbok ketika memasangkan pakaian laki-laki pada Ayu. “Ini satu-satunya cara ag

