Ketika Ayu membuka matanya, ia menemukan sepasang netra yang terus menatapnya. Lebih memalukannya lagi, ia pun tidur dalam pelukan lelaki yang menolongnya semalam. Wanita itu ingin menghindar, tetapi dekapan Bima begitu kuat bagi tubuhnya yang sekarang masih lemah. Tak ada yang bisa ia perbuat selain memandang lebih jauh, mencari kebohongan bahwa Bima tak mencintainya. Namun, hanya kesungguhan yang ada di sana. Jika memang panglima perang itu tak menginginkannya, mengapa harus bersusah payah mencarinya sampai sejauh itu? Bima terlena dalam tatapan jahat Ayu yang sedari awal mencuri seluruh akalnya. Andai saja wanita dalam dekapannya tak sedang terluka, pasti ia sudah membuka pagi dengan indah, berdua saja. Meski tak bisa, panglima itu tetap mendekatkan wajahnya, ia ingin mencari setetes m

