Ayu terperangah, ketika ia berbalik seseorang telah mati di tangan Bima. Lelaki itu melemparkan sebuah belati yang menancap tepat di bagian punggung. Gadis itu tak banyak bertanya, ia hanya sesaat memandang Bima lalu kembali secepat mungkin ke pondok, ia harus bergerak cepat, sebab yang lain masih membutuhkan pertolongan darinya. “Apa saja yang bisa kubantu?” Bima mencekal Ayu sebelum gadis itu pergi lebih jauh. “O, oh, itu sebanyak mungkin tanaman obat yang kau ketahui saja.” Usai mengucapkan kata demikian Bima pergi setelah mengambil sebuah obor, ia pergi dengan beberapa pasukan yang lukanya tidak terlalu parah, mencari rumput atau dedaunan yang bisa dijadikan obat. Ayu menautkan dua alisnya, ia sedikit heran ketika Bima tak bersikap kasar padanya. Semua orang telah selesai dioba

