Ayu termenung sepanjang malam menunggu kepulangan Sora. Ia yang selama beberapa hari telah memiliki teman bicara merasa kosong di dalam hatinya. Gadis itu duduk di atas dipan. Biasanya Sora akan duduk di sebelahnya, menjaga Ayu dari tangan-tanngan jahil lelaki lain. Kini gadis itu kesepian lagi. Tak bisa memejamkan mata, ia pun memilih ke luar untuk mencari udara segar, sedangkan yang lain telah terlelap. Ayu memandang ke arah pondok Bima, tak jauh dari sana pondok putra makhkota juga dibangun. Sesekali terdengar di telinga Ayu suara tawa wanita yang begitu manja. Ayu tahu apa yang terjadi di sana. Ia tak mau ambil pusing, sebab ia pun hampir melewati malam yang sama sewaktu di tenda Danur. Gadis itu menoleh ketika ada yang memanggilnya. Seseorang dari dapur dengan nampan dan mangkuk d

