Bab 48

1350 Words

Sepulang dari makan, Om Agi mengajakku mampir sebentar ke mall. Dia membeli beberapa kebutuhannya. Aku, entah … tak ada juga yang ingin kubeli. Hati dan pikiran lagi gak baik-baik saja. Malam ini yang belanja cukup padat. Aku memilih duduk sambil memainkan gawai seraya melihat-lihat apa yang lagi happening di sosmed. Kubiarkan sendirian Om Agi mengantri di deretan kasir. Sebuah pesan masuk dari nomor Tika. Mau ngajak bergosip apa dia malam-malam seperti ini. Biasanya kalau ada berita hot di kantor, maka dia adalah penyebar gosip yang paling utama. Sama seperti ketika Bang Ferdi mengumumkan hubungan kami. Deg! Seketika hatiku seolah melompat dari tempatnya. Tanganku gemetar ketika membiarkan gambar-gambar itu terdownload perlahan. Ada yang memanas pada sudut mata ini. Sakitnya tuh di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD