Bab 47

1552 Words

POV DAVID Aku tak menyangka jika Serlina benar-benar nekat. Bagaimana bisa dia berpikir untuk menjebakku. Sh*t! Aku menatapnya yang duduk sok manis di tepi ruangan sambil memainkan gawainya. Seharian ini bahkan dia tak mau keluar dari ruanganku. Sesekali ke pantry untuk membuat minum, lalu balik lagi. “Mas mau dipesenkan makanan apa?” Dia melirik seraya memainkan jemarinya dengan kuku yang warna-warni. Aku hanya diam, malas sekali bahkan untuk sekadar memberikan jawaban. Harus segera mencari cara untuk melenyapkan semua foto-foto sialan itu dari gawainya. “Mas! Apa perlu lagi aku mengancam untuk menyebarkan foto-foto ini ke seluruh karyawan kantormu?” Sial, benar-benar licik perempuan itu. Sepertinya aku harus memakai trik agar dia percaya jika aku sudah menyerah dan akan menikah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD