Bab 43

1699 Words

“Pramudita Rahagi, panggil saja Agi. Salam kenal.” Dia menyodorkan tangannya ke arahku, duh. Kulirik Mas Bos Duren yang sudah berada di dekatku. Sorot matanya tajem banget, bikin hati cenat cenut. “Ameera Hanida, panggil saja Meera.” Mau gak mau aku pun menerima uluran tangannya. Kami berjabatan di depan mata yang menatap dengan tajam menikam itu. “Senang berkenalan dengan Meera.” Dia mengulas senyum lalu melirik ke arah Mas Bos Duren. “Serlin katanya mau datang juga, Pram?”Pertanyaan Om Agi itu makin saja buat wajah Mas Bos Duren tampak menahan geram. Di keluarga dipanggil Pram, dari nama depannya Pramudya. “Memangnya diundang, Mam?” Mas Bos Duren melirik pada Bu Laila yang wajahnya lagi seterang bulan. Segaris raut kecewa kulihat melintas pada wajahnya. Namun belum sempat Mamak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD