Bab 44

1130 Words

Aku sengaja berlama-lama agar ketika balik nanti semua dah selesai. Setelah memesan es krim, gak langsung balik. Tapi nunggu di sini sambil mematung. Sudah kayak orang linglung sebetulnya. Bahkan sudah diusir juga sama si Mbak kasir yang mengira aku udik dan gak paham kali. Padahal aku hanya lagi belajar bijak, memberikan kesempatan untuk Mas Bos Duren berbincang dari hati ke hari dengan keluarganya. “Mbak, es krimnya nanti di antar.” “Saya tunggu saja, Mbak. Gak apa, kok! Gak usah cepet-cepet, lamain saja bikinnya.” “Oh baik, Mbak. Mau dibuat menunggu berapa lama?” “Ahm, setengah jam saja, Mbak.” “Oke, Mbak. Good luck, ya!” Aku menautkan alis ketika pelayan perempuan tersebut mengatakan good luck. Memang dia pikir aku lagi ngapain? “Kok good luck, Mbak?” Dia terkikik, lalu men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD