Fidelya melihat ke arah Raymond yang masih berdiri dengan tegapnya. “Lihat Ray! kerbau-kerbau itu lucu sekali.” Fidelya menujuk ke arah kerbau yang sedang makan rumput. Fidelya memperhatikan kerbau itu, sedangkan Ray mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, dia menghubungi Freddie, Ray agak menjauh dari tempat Fidelya yang sedang menikmati pemandangan. Ada terbesit perasaan pedih dan menyayat tatkala Fidelya membicarakan perlakuan buruk para teman-temannya ketika calon istrinya itu masih duduk di bangku sekolahnya. Tak terpikirkan oleh Raymond, mereka hidup di jaman yang sudah maju dan berpemikiran terbuka, namun cara teman-teman Fidelya memandang seseorang yang memiliki sakit bawaan seolah-olah orang-orang seperti Fidelya adalah sampah, yang mana sangat layak mereka jauhi, tanpa pe

