Adara tidak pernah menyangka jika harapan yang dulunya hanya ia anggap sebuah angan panjang, perlahan menunjukkan titik terangnya. Dan yang tidak terduga, harapan itu justru berubah menjadi kenyataan saat Adara sudah sampai pada titik merelakan. Tidak lagi mengharapkan banyak hal yang akan membuat hidupnya baik-baik saja. Sejak ia memutuskan untuk berpisah dengan Ragha saat itu, sampai Ragha menyetujui dan keduanya memutuskan berpisah secara baik-baik, walaupun hati tidak begitu baik, Adara tidak pernah mengharapkan hal lainnya. Termasuk kembalinya Ragha atau hal yang lebih besar, kembali menerima kesempatan atas uluran tangan Mama. Adara menyadari betul, jika hubungan sebelum pernikahan mereka, sampai dua tahun pernikahan, bukanlah hubungan yang baik. Sangat jauh dari kata baik malah. O

