44. Mencari Rasa Tenang

1594 Words

Bugh …. “Astaga, Dhia.” Ragha terdorong ke belakang begitu Dhia hadir pagi ini, tepat di hari ketujuhnya menginap di rumah Ibun. Ragha sempat mengira, Dhia akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk berada di rumah Ibun, mengingat Dhia membawa dua koper besar sekaligus. Namun ternyata, baru berjalan tujuh hari, Dhia sudah kembali. Sendirian. Tanpa memberi kabar, tanpa merengek minta dijemput. “Gara-gara Mas Agha aku jadi harus pulang lebih awal dari rumah Ibun. Padahal aku mau lebih lama tinggal di sana. Mas Agha tahu, Ibun udah kayak mama kandungku yang kasih perhatian penuh, nemenin cerita, bikinin makanan. Pokoknya Dhia bisa ngerasa punya mama lagi setelah sama Ibun. Tapi gara-gara Mas Agha, Dhia harus pulang lebih cepat dan berlagak kayak orang bego karena bawa-bawa dua koper gede se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD