108. Pengakuan Devina dan Sesalnya

1525 Words

"Kau benar-benar mencintai dia, Fan?" Affan yang tengah mengemudi, menoleh ke samping, dan dia menganggukan kepalanya. Devina menghela napasnya panjang, dia menunduk dan berkata, "Dia wanita yang baik, shalehah juga, pantas ... dia mampu menggeser perasaanmu untukku." "Padahal, katamu, kamu mencintaiku, selama 18 tahun lebih, sejak saat kita masih sama-sama SMA." "Kamu memang cinta pertamaku Dev, hanya saja, mungkin kekecewaan karena terus ditolak, menjadikan rasa itu hilang tanpa aku sadari, dia datang dengan ketulusannya, dan mampu mengisi ruang hampa dalam hatiku, juga hidupku." "Bagus, aku ikut senang Fan, sekarang, yang menjadi pertanyaanku adalah, adakah seseorang di luar sana nanti, yang tulus mencintaiku apa adanya?" "Pasti ada," ujar Affan. "aku doakan, kamu kelak dapatkan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD