"Masakanmu enak sekali," ucap Affan. "Alhamdulillah kalau Mas suka," ucap Raihanah. Raihanah masih kepikiran dengan apa yang dia temukan tadi di tempat sampah milik suaminya. Foto Dokter Devina yang telah dirobek menjadi dua bagian. Wanita itu berpikir, kenapa suaminya sampai merobek foto itu jika tidak pernah ada apapun. 'Apa dia merobek demi aku? Benarkah, Mas Dokter sudah benar-benar mencintaiku? Aku yang hanya perempuan kampung tak berpendidikan?' ucap Raihanah di dalam hatinya. "Mikirin apa?" tanya Affan. "Ah, tidak Mas." Raihanah pun menghela napasnya, lalu dia melanjutkan makan malamnya. Setelah makan malam, Raihanah membereskan meja makan dan dapur, sementara Affan duduk di ruang tamu sambil menonton televisi. "Sayang, buat kan kopi!" seru Affan. "Iya Mas." Kemudian, R

