Cahaya matahari pagi masuk dari celah-celah jendela, memberikan asupan vitamin D bagi sang penyerap cahaya sekaligus memberikan energinya. Aku mengerjapkan mataku, mencoba mengingat dimana aku berada. Setelah yakin aku berada di kamarku aku bangun dan duduk dengan tenang di atas tempat tidur dan masih berada di balik selimut lembutku, diiringi nguapan panjangku karena masih merasa mengantuk. “Sudah bangun sayang?” suara berat bariton yang sangat aku kenali terdengar. Aku langsung menengok ke arah datangnya suara. Di sisiku ada Lucas yang masih terbaring nyaman diatas selimutku. “Kau tidur di sini?” tanyaku bingung. Aku memang ingat Lucas bilang ingin bisa beristirahat denganku, namun tidak menduga kalau yang dia maksud adalah tidur bersamaku. Selama aku berhubungan dengannya baru kali i
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


