Lampu-lampu di aula utama Messe Basel mulai meredup saat jeda kompetisi diumumkan, menyisakan pendaran kebiruan dari layar-layar raksasa yang masih menampilkan statistik babak kedua. Suasana di dalam gedung itu masih terasa panas oleh perdebatan para juri yang baru saja usai. Aroma antiseptik yang tajam bercampur dengan bau debu halus dari ribuan orang yang bergerak gelisah di tribun. Di tengah hiruk-pikuk itu, Sienna Baumann berdiri terpaku di ujung lorong pembatas, menanti Marc Fischer yang melangkah keluar dari area sterilisasi dengan tas kayu tuanya yang tersampir di bahu. Ketika mata mereka bertemu, Sienna merasakan gelombang emosi yang begitu kuat hingga napasnya tertahan di kerongkongan. Ketakutan, keraguan, dan beban berat yang selama ini menghimpit pundaknya seolah mencair saat m

