Aula utama Messe Basel kini telah berubah menjadi lautan manusia yang dipenuhi oleh ambisi dan aroma persaingan yang mencekik. Cahaya lampu panggung yang terang menyapu setiap sudut ruangan, memantul pada permukaan kaca dan logam dari berbagai perangkat medis yang belum pernah dilihat publik sebelumnya. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, Marc Fischer berdiri dengan tenang, kedua tangannya terselip di dalam saku celananya. Matanya yang tajam, yang menyimpan kedalaman seperti telaga kuno, mulai bergerak lambat, memindai sekelilingnya bukan dengan rasa takut, melainkan dengan observasi yang dingin dan terukur. Di sekelilingnya, pemandangan itu menyerupai sebuah laboratorium masa depan yang tumpah ke dunia nyata. Marc mengamati peserta dari delegasi Jerman yang berdiri hanya beberapa meter darin

