JANJI MARC

1011 Words

Sinar matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah gorden sutra di ruang kerja pribadi kediaman Baumann, menciptakan garis-garis emas yang memotong debu halus di udara. Atmosfer di dalam ruangan itu terasa sangat berbeda dibandingkan malam sebelumnya yang penuh dengan air mata dan keputusasaan. Meskipun bayang-bayang kebangkrutan masih mengintai di luar dinding rumah, di dalam ruangan ini, sebuah sumbu harapan baru saja dinyalakan. Sienna duduk di balik meja kerjanya, jemarinya bertautan erat. Matanya yang masih sedikit sembab namun kini berkilat dengan semangat baru, menatap lurus ke arah Marc Fischer. Pria itu berdiri di dekat jendela, sosoknya tampak tenang dan tak tergoyahkan, seolah-olah beban untuk menyelamatkan raksasa farmasi Swiss sama sekali tidak memengaruhi denyut nadinya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD