Di tengah hiruk pikuk teriakan dan tangis yang memenuhi aula konvensi, Marc Fischer berdiri diam selama satu detik yang terasa seperti keabadian. Pandangannya terkunci pada tubuh Sienna yang tidak lagi bergerak di lantai panggung. Suara bip panjang dari monitor jantung yang menandakan kematian klinis seolah menjadi latar musik bagi kehancuran martabat keluarga Baumann. Dr. Ulrich masih terus menekan d**a Sienna dengan wajah yang banjir keringat dan mata yang menyiratkan keputusasaan murni. Pria itu tahu bahwa reputasinya sedang terbakar habis di depan ribuan saksi mata dan lensa kamera dunia. Marc melangkah maju. Langkahnya tidak terburu-buru, namun setiap pijakannya di atas karpet merah panggung memancarkan wibawa yang membuat orang-orang di sekitarnya secara tidak sadar menepi. Kurt, sa

