Part 2

701 Words
Valencia adalah putri sulung Jenderal Negara Bagian Northwest, Andrew Amber dan Fiona adalah putri kedua Andrew. Mark Peter adalah putra sulung hakim Northwest. Sebagai orang yang juga memegang kekuasaan sejati di Northwest, Andrew Amber memiliki hubungan baik dengan Hakim Northwest. Bisa dibilang hubungan kedua keluarga baik-baik saja. Hakim Peter telah lama mengincar putri sulung Andrew Amber, Valencia, dan ingin menikahkannya dengan putra sulungnya, Mark Peter, yang usianya hampir sama. Hakim Peter telah beberapa kali mengisyaratkan kepada Andrew tentang pernikahan antara kedua keluarga, tetapi Andrew menolaknya dengan alasan putri sulungnya masih muda dan ingin menikah beberapa tahun kemudian. Oleh karena itu, sesuai kesepakatan petunanganan diadakan dulu untuk mengikat dua keluarga ini. Saat Mark Peter hendak memasuki ibu kota untuk mengikuti ujian kenegaraan di awal tahun depan, upacara pernikahannya dapat diadakan dengan cepat. Tujuan pernikahan ini adalah agar Mark dapat memasuki ibu kota bersama Valencia setelah ia menjadi pegawai pemerintah pusat, sehingga Valencia dapat merawat Mark disana. Keluarga Peter sangat gembira dan bersiap untuk mengadakan pesta pertunangan Valencia, tetapi tanpa diduga, istri Andrew Amber, Sofia mengatakan bahwa Fiona ternyata sangat menyukai Mark. Sofia sebenarnya merasa gelisah. Mark jelas tidak sebaik keponakannya, Ferdinan, Putra tunggal keluarga Miller yang memiliki kekayaan dan pengaruh besar di ibu kota. Ia berulang kali menunda lamaran Hakim Peter karena ingin Ferdinan menikah dengan Valencia. Namun betapapun Sofia mengisyaratkan ini, Naomi, adik ipar Sofia, tetap tidak mau mengalah. Sebenarnya Valencia sudah memasuki usia yang tepat untuk menikah, umurnya tahun ini sudah dua puluh tiga tahun. Ia tidak menyangka bahwa tepat ketika ia dan Hakim Peter telah menentukan tanggal lamaran, kabar baik datang dari ibu kota. Hanya ada perbedaan sekitar 7 hari, tetapi Sofia tidak puas. Persiapan acara Pertunangan kedua keluarga hampir selesai, dan mustahil untuk membatalkan nya meskipun mereka menginginkannya. Sofia dan Valencia punya ide jahat. Mereka meminta Bibi Fany untuk merayu Fiona yang masih muda dan naif di hadapannya. Bibi Fany adalah Kepala pelayan senior di kediaman jenderal. Dirumorkan bahwa Fiona mengaku pada Valencia bahwa dia sudah lama menyukai Mark dan meminta Valencia merelakan pria ini demi hubungan persaudaraan mereka. Oleh karena itu, demi adiknya Valencia setuju membiarkan Fiona bertunangan dengan Mark secara terpaksa. Neneknya, Emina melihat bahwa Valencia rela mengalah demi adiknya, ia merasa sedih sekaligus terharu. Dia berulangkali menghibur dan memuji Valencia karena sangat baik. Hari ini seharusnya menjadi hari pertunangan mereka. Sofia berulangkali mengingatkan Fiona agar merahasiakan masalah ini untuk memberi Mark kejutan. Kejutan? Ini jelas bukan kejutan! Dia tahu setelah Mark mengetahui Fiona ingin bertunangan dengannya di Aula acara, Mark akan mengamuk dan menghinanya. Lalu membatalkan acara ini di depan semua tamu dan menyalahkan Fiona karena tidak tahu malu dan merebut kekasih kakaknya sendiri. Di acara ini reputasi Fiona akan hancur! Ketika mengetahui bahwa akan ada pertukaran, Fiona hendak melarikan diri namun tanpa sengaja mobilnya kecelakaan di jalan tol menyebabkan dia koma selama beberapa hari. Hari ini Sofia menyuruh Amy untuk memastikan bahwa Fiona harus bangun dan dapat mengikuti acara ini dengan baik demi nama baik keluarga Jenderal. "Nona, jangan khawatir, semuanya sudah diatur dengan baik!" Mendengar pertanyaan itu, Amy buru-buru menjawab. Di kehidupan sebelumnya, ia tidak tahu bahwa Mark sebenarnya sudah tahu tentang hal itu. Ia mengira Mark telah dijebak dan dibohongi,oleh karena itu dia marah dan mempermalukannya di aula acara. Reputasinya hancur di usia muda dan dia menjadi bahan tertawaan terbesar di seluruh Northwest. Bulu matanya yang panjang menyembunyikan kemarahan dan permusuhan di matanya. Ketika ia mendongak lagi, ia menunjukan ketenangan yang berbeda dari usianya. Ia berbalik dan duduk dengan kaki menggantung di bawah tempat tidur. "Apakah rombongan pria akan segera datang?" "Sebentar lagi. Kudengar seseorang bilang sudah hampir waktunya!" Amy berjongkok dan menjawab sambil membantu Fiona memakai sepatunya. "Mereka seharusnya sudah siap, kan?" Fiona berdiri dan bertanya. "Jangan khawatir, Nona. Tadi Fauzi diam-diam meminta seseorang untuk memberi tahu saya bahwa dia sudah siap dan menunggu rombongan pria tiba!" Amy juga berdiri dan menatap Fiona dengan mata berbinar-binar penuh semangat. Ia merasa Fiona tampak berbeda sejak bangun, tetapi ia senang melihat perbedaan ini. Fiona menjadi lebih tenang dan tidak mudah panik. Fauzi adalah putra tunggal Bibi Yuly, dan kemarin ia sudah membuat beberapa pengaturan. Dia juga ingin orang-orang tahu bahwa Valencia-lah yang tidak ingin menikah, jadi dia melimpahkan kesalahannya kepada Valencia hari ini!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD