Cidera yang dialami Mia perlahan membaik. Hari ini merupakan jadwal dimana Mia melepaskan gipsnya dan Sabda sampai meluangkan waktu untuk menemani istrinya. Awalnya dia tidak berniat pergi karena dia memiliki pertemuan penting dengan koleganya, namun melihat bagaimana lengketnya Mia padanya membuat Sabda menjadi tidak tega. Pria itu akhirnya lebih memilih untuk mengantarkan istrinya dibanding pergi untuk meeting. Dan lagi, akhir-akhir ini dia merasa sedang dalam suasana hati yang baik. Semenjak obrolan mereka terakhir kali di rumah sakit, Mia menjadi sosok yang berbeda. Dia menjadi wanita yang sangat bergantung pada Sabda dan lagi hubungan mereka menjadi lebih harmonis. Mia benar-benar sudah belajar mencintai Sabda. Dia bahkan sampai bersedia mendengarkan semua kata-kata Sabda dan juga

