Desti langsung di dorong ke pagar pembatas oleh Dewi. Dia yang sudah terlanjur takut langsung menatap mamanya dengan khawatir. "Aku nggak berani, Ma. Terus Mama sendiri gimana? Mama nggak ikut sama aku?" Dewi menatapnya. Tatapannya sudah sangat tenang tidak seperti sebelumnya. "Mama harus menyerah. Udah nggak ada kesempatan lagi buat Mama kabur. Cari orang yang ada di alamat itu. Dia pasti bakal bantu kamu." Gao Ping menatapnya. Matanya sudah sangat tenang. Dia sepertinya sudah "Memangnya dia siapa?" Angin kencang di jembatan bertiup dan mengacak-acak rambut panjang milik Desti. "Dia papa kandung kamu," katanya. "Kamu harus temuin dia dan biarin dia balas membalas dendam mama. Pergi, Nak! Kamu harus selamat." Matanya menunjukkan rona kasih sayang dan ketidak relaan untuk berpisah.

