Satria sedang bertemu dengan Sabda ketika dia mendapat panggilan dari Mia. Mereka sedang rapat untuk membahas kerjasama yang mereka jalin sebelumnya. Pandangan Satria langsung melirik ke arah ponselnya ketika deringan itu tertangkap indra pendengarnya. Satria menatap ponsel dan Sabda secara bergantian karena itu panggilan dari Mia. "Kenapa Mia telepon gue?" bisiknya. Sabda segera menatap ruangan, lalu berdeham. "Sekarang kita istirahat dulu," umumnya dan semua orang yang ada di ruangan langsung berhambur keluar. "Coba angkat." Di seberang sana, Mia yang panggilannya tidak langsung dijawab oleh Satria, sontak meletakkan ponselnya di atas nakas. Belum ada lima menit, panggilan dari Satria masuk. "Kenapa Dek?" Suara berat Satria menyambut panggilan tersebut. "Denis tadi ke sini. Dia nya

