Gadis kecil itu menangkap Bigo ketika anjing itu sudah berhasil mengusir para berandalan cilik yang lemah itu. Dia mengusap sayang kepala Bigo sambil memujinya. Kemudian gadis itu menoleh dan melihat Sabda yang terkapar lemah di tanah. Ketika dia menunduk, sinar matahari yang melewati celah tembok itu mengenai wajahnya. Sinarnya menerpa wajah milik gadis itu dan dengan begitu, Sabda bisa menatap pipi chubby dengan wajah yang menggemaskan miliknya. "Bisa berdiri? Kalau nggak, ayo aku bantu," katanya sambil mengulurkan tangan untuk membantu Sabda berdiri. Bocah itu bahkan tidak berpikir sebelum bertindak. Apakah dia bisa membantu pria itu atau tidak. Sedang Sabda sendiri hanya menatap uluran tangan itu tanpa mengatakan apa-apa. Gadis cilik yang tidak langsung mendapat jawaban malah men

