Cuaca siang ini terasa sangat sejuk meski matahari berada tepat di atas kepala, suasana haru menjadi satu setelah sekian beberapa bulan tidak pernah bertemu. Rosie menangis enggan melepaskan pelukan itu, baginya ini adalah waktu yang harus digantikan selama ia di Amerika. Pertemuannya dengan Sabrina harus memiliki momen yang hebat lebih lama. "Oma jangan pulang ya, di sini aja!" Rosie merengek seperti bayi. Sabrina pun menggelengkan kepala karena sikap itu masih saja manja. "Enggak bisa dong sayang, nanti tanaman Oma pada kangen. Kasian 'kan?" Semua orang di ruangan tamu tertawa melihat sikap dan jawaban Sabrina, tak terkecuali Robert yang menganggap jika putrinya itu masih kecil. "Peri cantik Daddy, jangan sedih sayang! Kan masih ada Daddy sama Mommy, kalau cucu Dad

